Bengkalis (Inmas) – Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Prof Dr Nazir Karim mengatakan,
Jika ada persoalan-persoalan yang harus difatwakan, itu adalah tugas Majelis
Ulama, tentu itu akan meringankan beban pemerintah, karena itu dampaknya kepada
masyarakat khususnya umat.
Tidak kalah penting, Nazir menyebutkan, tugas MUI dan ulama pada
umumnya untuk memelihara, membina dan sekaligus pelayan umat.
“Jadi pastilah itu beban yang tidak mudah, apalagi untuk
melaksanakan amar maruf nahi munkar, mungkin, untuk amar maruf tidak terlalu
sulit karena mengajak orang untuk kebaikan, tetapi begitu sampai pada mencegah
kemungkaran, itu cukup sulit dilakukan dan memerlukan daya juang yang kuat,”
ungkap Nizar.
Hal itu dikatakan Prof Dr Nazir pada pembukaan Musyawarah Daerah
(Musda) IV MUI Kabupaten Bengkalis, di Aula Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja
Dilaut, Jum’at (25/10/2019).
Ia menjelaskan pengurus MUI atau ulama adalah orang-orang
pilihan, dalam Al Quran disebutkan, Kami wariskan kitab itu kepada
orang-orang yang kami pilih di antara mereka.
“Jadi MUI adalah orang-orang yang dipilih Allah. Harus berupaya
sedemikian rupa untuk umat, sebab tugas kita sebagai pewaris para nabi,
tugas sebagai pemberi fatwa, diminta atau tidak diminta,” jelasnya.
Di bagian lain Ketua MUI Provinsi Riau ini memberikan selamat
kepada Ketua dan Pengurus MUI Kabupaten Bengkalis yang telah dapat mengkhidmatkan
diri selama lima tahun terakhir.
“Semoga semua yang
terlibat dalam pengurusan MUI kabupaten Bengkalis mendapat ganjaran pahala yang
berlipat ganda. Kami juga memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap
organisasi MUI, semoga senantiasa bersinergi,” harapnya. (rls-diskominfotik)