Kampar (Humas) – Tanamkan semangat dan keikhlasan dalam belajar dan mengajarkan al-Qur’an. Jangan hanya meniatkan belajar al-Qur’an untuk MTQ, apalagi mencari hidup dari al-Qur’an. Demikian disampaikan oleh Ketua Harian LPTQ Kab. Kampar, Drs H Idris Taher, pada acara penyerahan bantuan uang pembinaan kepada LPTQ Kec. Bangkinang Kota di gedung LPTQ Kab. Kampar (minggu, 25/01). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua LPTQ Kab. Kampar Drs H Ahmad Bakri, Koordinator Seksi Perhakiman LPTQ, Syamsuatir M.E.Sy dan Ust H Yusmar Ali.
Idris Taher mengisahkan bahwa beberapa tahun yang lalu kegiatan pembinaan seni baca al-Qur’an juga sangat minim dana, akan tetapi kegiatan tersebut tetap hidup dan berjalan berkat dukungan masyarakat. Outputnya pun bersaing di arena MTQ sehingga masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap perhelatan MTQ karena yang bersaing adalah anak-anak yang ikut mereka bina. Untuk itu di masa yang akan datang suasana seperti ini akan kita kembalikan, dimulai dengan menghidupkan dan mengaktifkan pelatihan LPTQ di tingkat kecamatan karena merekalah yang menjadi ujung tombak pembinaan, kemudian mulai tahun ini kita tidak akan menerima peserta luar Kabupaten Kampar bertarung di arena MTQ Kab. Kampar. Tak lupa Idris mengharapkan bantuan dan perhatian masyarakat luas demi terwujudnya kegiatan-kegiatan pelatihan seperti ini.
Dalam kunjungan tersebut diserahkan bantuan uang pembinaan sebanyak Rp. 2.000.000,-, buku panduan MTQ dan buku kumpulan soal Fahmil Qur’an yang disusun oleh LPTQ Kab. Kampar sebanyak dua paket.
Sementara itu, Kepala KUA Kec. Bangkinang Kota, H Mendra Siswanto M.Sy, didampingi Ketua LPTQ Kec. Bangkinang Kota, Abdul Aziz, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang ditaja oleh LPTQ Kec. Bangkinang Kota rutin dilaksanakan setiap pagi minggu di gedung LPTQ Kab. Kampar.
“Saat ini tercatat 200 santri yang belajar dibawah bimbingan 7 orang guru dan terbagi kepada empat kelas, yaitu kelas tilawah, tahfiz, tartil dan pemula. Ke depan saya harapkan agar kegiatan ini didukung oleh semua pihak, termasuk pihak Pemerintah Daerah karena apa yang dilaksanakan ini sangat sejalan dengan pilar pertama pembangunan Kabupaten Kampar, yaitu pembangunan akhlak dan moral,” harap Mendra. (Ags/Sym)
*edit by novam