Bengkalis (Inmas) – Ketua Harian
Lembaga Pengembangang Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bengkalis H Heri Indra
Putra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis,
menghadiri Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Lembaga Pengembangang Tilawatil Quran
(LPTQ) Provinsi Riau Tahun 2019, di aula Hang Jebat Hotel Mutiara Merdeka
Pekanbaru, pada Jum’at (23/08/2019).
Kegiatan Rapat Kerja Daerah yang
dibuka secara langsung oleh Gubernur Riau H. Syamsuar, dihadiri oleh Wakil
Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, Kanwil Kemenag Provinsi Riau H.
Mahyudin, Ketua LPTQ Provinsi Riau diwakili Ketua Harian H. Asyari Nur, dan
peserta dari seluruh perwakilan Kabupaten/Kota. Sedangkan dari Bengkalis,
selain diikuti oleh Ketua Harian LPTQ H. Heri Indra Putra juga ikut hadir Ketua
Bidang Sekretariat dan Tata Usaha LPTQ Bengkalis Ismail beserta Kasubbag
Pelayanan Administrasi dan Pembinaan SDM Bagian Kesra Sekretariat Daerah
Bengkalis Dedi Suhendri.
Dalam sambutannya Syamsuar
mengatakan bahwa pelaksanaan Rakerda mempunyai nilai strategis dalam rangka
mewujudkan pengelolaan dan pengembangan LPTQ ke depan menuju visi dan misi
pembangunan Riau Tahun 2025 yaitu, "Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat
Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis,
Sejahtera Lahir dan Bathin di Asia Tenggara Tahun 2025".
Tentunya visi dan misi tersebut
sesuai tema yang diangkat pada Rakerda yakni, “Dengan Rapat Kerja Daerah
(RAKERDA) LPTQ, Kita Rajut Kebersamaan Dalam Meningkatkan Mutu Pembangunan
Keagamaan dan Insan yang Qur'ani di Provinsi Riau”.
Kemudian Gubernur Syamsuar menjelaskan bahwa keberadaan LPTQ merupakan sarana
yang sangat potensial untuk menyiarkan agama Islam dan pembinaan mental spiritual
umat. Sesuai perannya, LPTQ bukan sekedar wadah pengembangan Tilawatil Qur'an,
tetapi juga diarahkan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan dakwah",
ujar Syamsuar.
sementara itu Ketua Harian LPTQ
Kabupaten Bengkalis H. Heri Indra Putra berharap semoga dengan adanya Rakerda
ini bisa menetapkan ketentuan yang dipatuhi oleh setiap Kabupaten/Kota,
termasuk dengan sistem rekrutmen Qori dan Qoriah terbaik dari masing-masing
Daerah.
“Semoga semua LPTQ Kabupaten/kota Komitmen untuk melakukan pembinaan kepada
para tahfidz. Dan yang terpenting para tahfidz tersebut merupakan putra-putri
asli daerah kabupaten/kota masing-masing”, kata Heri. (rls-hms)