0 menit baca 0 %

Ketua Kloter JCH Riau Berikan Bimbingan Persiapan ke ARMINA

Ringkasan: Makkah (Humas)- Dua pekan menjelang pelaksanaan Haji di Arafah, Musdalifah dan Mina (Ar-Mi-Na), Ketua Kloter Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batas (BTH) asal Provinsi Riau memberikan bimbingan persiapan untuk menghadapi rangkaian ibadah pada puncak pelaksanaan ibadah haji pada 8 - 13 Dzulhijjah 14...
Makkah (Humas)- Dua pekan menjelang pelaksanaan Haji di Arafah, Musdalifah dan Mina (Ar-Mi-Na), Ketua Kloter Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batas (BTH) asal Provinsi Riau memberikan bimbingan persiapan untuk menghadapi rangkaian ibadah pada puncak pelaksanaan ibadah haji pada 8 - 13 Dzulhijjah 1431 H atau 15-21 November 2010. Bimbingan tersebut diberikan ketua kloter dimasing-masing kloter atau pemondokan. Demikian diungkapkan PGS Kabid Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Mahyuddin MA, Jumat (5/11) seperti yang diinformasikan oleh masing-masing ketua kloter JCH 3 BTH - 13 BTH dan 17 via seluler. "Bimbingan ibadah haji sebenarnya sudah diberikan pada saat manasik, namun untuk mempersiapkan segala sesuatunya menjelang puncak pelaksanaan haji, Ketua Kloter atau ketua rombongan memang harus mengingatkan kembali kepada jamaah tentang kondisi dilapangan nanti, apa yang harus dilakukan dan hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan ibada haji," jelas Mahyuddin. Selain itu, ia mengimbau jamaah calon haji Riau agar fokus pada pokok ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah. Untuk itu, kondisi kesehatan jamaah supaya dijaga dengan baik agar waktu pelaksanaan wukuf nanti dalam kondisi prima. Jangan sampai saat akan melaksanakan wukuf kondisi kesehatan JCH malah menurun karena telah terkuras sebelumnya. Selama prosesi di Armina (Arafah-Muzdalifah, dan Mina) ia juga meminta agar jamaah selalu berkoordinasi dengan pimpinan regu masing-masing, terutama terkait waktu melempar jumrah. "Mengejar afdhaliyah waktu utama melempar jumrah boleh-boleh saja, namun keselamatan jiwa lebih penting. Untuk itu ketua regu wajib memperhatikan keutuhan rombongannya dan keselamatan jamaahnya," harapnya. (msd)