0 menit baca 0 %

Keputusan Daker Madinah Tak Jelas, Jamaah Riau Kloter 12 Mulai Risau

Ringkasan: Madinah (Humas)- Hingga hari ke kelima hilangnya koper milik 19 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang 12 Embarkasi Batam belum juga mendapat titik terang. Sementara itu, 19 orang JCH asal Kuansing dan Rokan Hulu yang kehilangan mulai resah, karena sampai Jumat (30/10) Daerah Kerja (Daker) M...
Madinah (Humas)- Hingga hari ke kelima hilangnya koper milik 19 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang 12 Embarkasi Batam belum juga mendapat titik terang. Sementara itu, 19 orang JCH asal Kuansing dan Rokan Hulu yang kehilangan mulai resah, karena sampai Jumat (30/10) Daerah Kerja (Daker) Madina belum juga memberikan keputusan apakah koper yang tidak sampai ke makhtab tersebut diganti rugi atau tidak. Ketua Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Kloter 12 BTH, H Dahlan, Jumat (29/10) melalui via seluler menginformasikan kondisi jamaah Riau yan gmulai resah karena belum adanya kejelasan terhadap nasib koper khususnya barang-barang yang ada didalam koper tersebut. "Samapai sekarang koper-koper jamaah yang hilang belum juga ditemukan. Saat ini, jamaah kita mulai risau sebab pada hari Senin (1/11) jamaah akan berangkat ke Makkah untuk melakukan rangkaian kegiatan ibadah lainnya. Padahal pakaian ihram dan perlengkapan lainnya ada didalam koper tersebut," ungkap Dahlan. Sementara untuk membeli pakaian baru khususnya pakaian ikhram tentu jamaah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, Dahlan sangat berharap agar permasalahan yang dihadapi jamaah haji kloter 12 BTH dapat ditindaklanjuti secara serius. "Ini bukan kesalahan dari jamaah, jadi kami harap adanya bantuan atau ganti rugi untuk menutupi kesulitan yang dihadapi jamaah yang kehilangan koper. Karena bagaimanapun juga, ini adalah sebuah bentuk kelalaian yang dilakukan oleh pihak penyelenggara," harap Dahlan. Dahlan menegaskan, penyelesaian permasalahan koper jamaah yang hilang tersebut hendaknya sudah tuntas sebelum jamaah Riau kelompok terbang 12 BTH berangkat ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibaah lainnya. (msd)