Batam – (Inmas) Demi mewujudkan kerinduan Masyarakat Katolik pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Nasional, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik menyelenggarakan Sosialisasi Pesparani Nasional untuk regional Riau bertempat di Rumah Retret, Batam pada 24-26 Agustus 2017.
Acara yang dihadiri jajaran Pastor, utusan gereja dan pegawai Bimas Katolik regional Riau dibuka Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, melalui Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon,S.Th,MM didampingi Pembimbing Masyarakat Katolik Kepri, Normal Ginting SH serta Pembimbing Masyarakat Katolik Provinsi Riau diwakili Penyuluh Bimas Katolik, Alimasa Gea, S.Ag.,M.Pd.
Dalam sambutannya Sihar Petrus Simbolon menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan pembentukan pengurus LP3KN yang nantinya akan berdampak pada Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional yang akan dilaksanakan tahun depan bertempat di Ambon.
Lebih lanjut Sihar Petrus Simbolon menyampaikan bahwasanya terbentuknya PESPARANI Katolik merupakan impian mendalam dari umat katolik seluruh indonesia, sebab mereka yakin lewat PESPARANI mereka akan mampu meningkatkan imajinasi dan pengenalan diri terhadap pencipta yang nanti akan diutarakan lewat seni dan pujian sehingga keimanan akan meningkat seratus persen secara katolik dan gereja Katolikpun semakin dikenal dan dicintai dimanapun berada.
Kerinduan masyarakat Katolik semakin sempurna ketika Menteri Agama mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik yang menjadi payung hukum pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional.
“Hendaknyalah kita bersyukur, karena karena setelah 72 tahun merdeka, baru ada sebuah PMA yang mengatur terselenggaranya sebuah Event Nasional keagamaan Katolik yang mampu mengembangkan moment keagamaan Katolik” Sejak PMA terbit, DITJENBIMAS Katolik sebagai pelayan Pemerintah untuk masyarakat Katolik terus menerus mensosialisasikannya kepada berbagai pihak.
"Mudah-mudahan PMA itu telah dibaca dengan baik, kata demi kata oleh seluruh Pejabat Bimas Katolik, dan sesuai permitaan Dirjen Bimas Katolik, agar di tiap-tiap Provinsi, Kabid/Pembimas Katolik bersama Kakanwil Kementerian Agama setempat menghadap Gubernur untuk memberitahukan tentang PESPARANI Katolik Nasional ini," ungkap Direktur. Selain kepada Pemerintah Daerah, Direktur juga berharap agar Pejabat Bimas Katolik melakukan komunikasi yang baik kepada Keuskupan atau Gereja di tempat masing-masing.
Direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa suara Pejabat Gereja (Uskup) sangat penting. Karena itu, doa restu Uskup sangat diharapkan agar keinginan bersama masyarakat Katolik ini bisa terwujud. Dalam pembentukan LP3K ini juga mungkin akan ada riak-riak kecil, karena itu Direktur mengharapkan peran Pejabat Gereja menjadi jangkar perdamaian; mendamaikan segala perbedaan pendapat. Sharing pengalaman juga menjadi penting untuk semakin menguatkan yang masih ragu.
Selaku Penyuluh Bimas Katolik Kemenag Riau, Alimasa Gea, S.Ag,M.Pd menambahkan bahwasanya setelah Surat Pengantar dan PMA Menteri Agama RI keluar dan sampai kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. Ahmad Supardi, MA langsung merekomendasi pada Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau untuk Membentuk Kepengurusan LP3KD.
Apresiasi yang luar biasa diberikan Direktur Urusan Agama Kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau atas respon dan dukungan Positif terselenggaranya PESPARANI Katolik.Sebagai pesan terakhir, Direktur minta komitmen bersama semua pihak untuk menyukseskan PESPARANI Katolik Nasional 2018, agar Gereja Katolik semakin dikenal, diakui dan dicintai di negara ini.(belen/Lotma)