Kepastian JCH Sudah Haji Bisa Berangkat atau Tidak, Menunggu Kebijakan Menteri Agama
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Untuk memastikan apakah Jamaah Calon Haji (JCH) yang sudah pernah haji bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1437 H/2016 M ini, sampai dengan saat ini masih menunggu kebijakan dari Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (LHS), sebab sampai saat ini masih k...
ROKAN HULU (KEMENAG) Untuk memastikan apakah Jamaah Calon Haji (JCH) yang sudah pernah haji bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1437 H/2016 M ini, sampai dengan saat ini masih menunggu kebijakan dari Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (LHS), sebab sampai saat ini masih kita pisahkan antara JCH yang sudah haji dengan JCH yang belum pernah haji.
Namun demikian, berdasarkan pengalaman tahun lalu, para JCH yang masuk porsi dan sudah pernah menunaikan ibadah haji, tetap dapat melakukan pelunasan pada tahap kedua, sehingga mereka tetap dapat menunaikan ibadah haji, sebab mereka sudah lama menunggu dan menemani istri dan atau orang tuanya.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian, Jumat (22/4/2016).
Sebagaimana diketahui bahwa JCH Rohul tahun ini sebanyak 268 orang, dengan perincian yang masuk porsi berangkat 235 JCH dan belum pernah haji, sedangkan masuk porsi namun sudah pernah haji sebanyak 13 JCH dan cadangan sebanyak 20 JCH.
Menurut Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, jumlah kuota haji Rohul ini sudah bersifat tetap. Yang 235 JCH dipastikan dapat berangkat tahun ini, sedangkan 13 JCH yang sudah pernah haji masih menunggu kebijakan Menteri Agama.
Adapun yang cadangan sebanyak 20 JCH adalah menunggu kalau ada yang mengundurkan diri atau meninggal dunia atau sakit dan tidak bisa berangkat lainnya, sehingga porsinya digantikan oleh cadangan, karena berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya, ternyata ada beberapa JCH yang tidak bisa berangkat.
Ahmad Supardi menambahkan, bahwa dirinya sangat berbangga hati, karena ternyata animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, sebab berdasarkan data yang ada di kantornya, tercatat sebanyak 5.000 warga Rohul sudah mendaftar haji dan antre tunggu keberangkatan haji.
Hal ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, tingkat keimanan dan ketaqwaan masyarakat Rohul semakin meningkat. Kedua, tingkat kesejahteraan masyarakat juga meningkat, sehingga mampu membiayai untuk menunaikan ibadah haji, sekalipun dengan biaya mahal.***(Ash)