0 menit baca 0 %

Kepala MIN Merangin Kampar Pertanyakan Hasil Penilaian UKS/M Tingkat Provinsi Riau 2016.

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas). Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN-red) Merangin Kabupaten Kampar Beni Yanti, S.Pd mempertanyakan hasil penilaian UKS/M tingkat Provinsi Riau tahun 2016, yang mana MIN Merangin termasuk nominasi terkuat untuk meraih juara 1 yang akan lolos ke tingkat Nasional tahun 2017, namun...

Pekanbaru (Inmas). Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN-red) Merangin Kabupaten Kampar Beni Yanti, S.Pd mempertanyakan hasil penilaian UKS/M tingkat Provinsi Riau tahun 2016, yang mana MIN Merangin termasuk nominasi terkuat untuk meraih juara 1 yang akan lolos ke tingkat Nasional tahun 2017, namun setelah diadakan 3 kali verifikasi penilaian oleh Tim penilai dari TP.UKS/M Prov.Riau namun sampai saat ini belum ada keputusannya, hal ini disampaikan oleh Beni Yanti kepada Inmas Via Telp Selular pada Jum’at (30/12) pagi.

 

Hal ini pantas kami pertanyakan, kami merasa aneh karena penilaian yang dilakukan oleh TP.UKS/M Provinsii Riau sebanyak 3 kali, penilaian pertama dilaksanakan pada  tanggal 26 Oktober 2016 yang datang menilai pada waktu itu adalah Tim Penilai Provinsi namun saat itu 2 instansi yang tidak hadir dan menurut TP.UKS/M Provinsi yang di nilai adalah SDN 148 Pekanbaru dan MIN Merangin Kampar karena berdasarkan hasil penilaian tim MIN Merangin No urut 1 dan SDN 148 Pekanbaru pada no urut 2.

 

Pada penilaian ke-2 pada tanggal 6 Desember 2016, seluruh anggota Tim Provinsi yang terdiri dari 4 Instansi yaitu Kemendagri, Kemendikbud, Kemenkes dan Kemenag semuanya hadir dan disampaikan oleh Ketua Sekretariat UKS/M Provinsi Nunung Kemala Sari Zein yang di iyakan oleh anggota Tim yang lain menyampaikan kepada kami (kepala MIN Merangin-red) bahwa MIN Meranginlah yang pantas mewakili Riau ke tingkat nasional.

 

Namun ternyata tidak sampai di situ, turun lagi Tim Verifikasi ke-3 pada tanggal 22 Desember 2016 Tim Khusus dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang merubah yang dinilai yaitu MIN Merangin dengan salah satu SD yang ada di Kab.Kampar juga, namun setelah sekolahnya di rubah kami mempertanyakan kepada TP.UKS/M Provinsi dan anggota Tim menjelaskan kepada kami bahwa SD yang diajukan menyaingi MIN Merangin tersebut merupakan sekolah perolehan rangking ke-4 pada penilaian tingkat Provinsi pada masa yang bersamaan, jadi kami heran sebetulnya apa kemauan Tim Penilai Provinsi tersebut, kami sudah mempersembahkan yang terbaik dalam kesehatan sekolah/madrasah kepada anak bangsa, namun jika dalam penilaian ini nantinya ada kecurangan maka kami akan mempermasalahkan dan mempertanyakan sampai kepada level tertinggi, jika perlombaan ini tidak fair dan masih ada dikotomi pendidikan sebaiknya bubarkan saja kerjasama 4 menteri tersebut atau bubarkan individu-individu yang mengacau keputusan 4 menteri tersebut, kita bangsa Indonesia itu sama di mata undang-undang janganlah kita yang sudah diberi amanah mengacaukan hal tersebut, papar Beni tegas.

 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris TP.UKS/M Provinsi Riau Drs. Afrialsah Lubis,M.Pd yang juga utusan unsur Kementerian Agama Provinsi Riau kepada Inmas menyampaikan, saya melihat memang ada kejanggalan dalam penetapann pemenang UKS/M jenjang SD/MI tingkat Provinsi Riau tahun ini, dari saat penilaian pada awal Desember sampai akhir Desember belum ada keputusan, sebetulnya antara sekolah dan madrasah sama saja sebagai lembaga yang mendidik anak bangsa, hanya SD dibawah Kemendikbud dan Madrasah di bawa naungan Kemenag, namun kami berharap dalam penilaian ini ada keadilan, jika dalam penilaian ini tidak terdapat unsur keadilan kita takut akan menimbulkan masalah, apalagi masalah bagi kita TP.UKS/M Provinsi yang diberi amanah untuk melaksanakan penyelenggaraan kesepakatan 4 Menteri tersebut, mari kita sama-sama mensukseskan program pemerintah ini dengan baik, harapLubis

 

Untuk mengklarifikasi pernyataan Ketua sekretariat TP.UKS/M Provinsi Riau Nunung Kemalasari Zein, Inmas mencoba menghubungi melalui Telp selularnya namun sampai berita ini diturunkan beliau belum bisa dihubungi.(AZ)