Riau (Inmas) – Secara global, tantangan guru adalah kesiapan mereka untuk menyesuaikan diri dengan siswa jaman ini yang melek digital. Tantangan pendidikan abad 21 semakin berat sehingga membutuhkan peningkatan profesionalisme guru. Pemerintah mengajak seluruh guru untuk memilki sikap mental dan komitmen untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi sesuai dengan perubahan zaman. Demikian diungkapkan Fitrisma Rais MPd saat bincang dengan tim Inmas pada Senin, (26/11) di ruangan kerja Kepala Madrasah MIN I Pekanbaru.
Tantangan pertama, guru dituntut untuk meningkatkan kualitas diri di era digital ini, teknologi menurutnya berpacu melebihi waktu, sehingga guru perlu untuk senantiasa mengupdate kemampuan dirinya. “Ada atau tidak program dari pemerintah tetap harus mempunyai target pribadi mereka dalam memperbaiki kualitas diri. Kedua, tantangan untuk menanamkan karakter bangsa kepada peserta didik, ditengah era kebebasan teknologi informasi. “Nilai nilai bangsa dikhawatirkan akan semakin tergerus oleh kemajuan teknologi, kita harus akui tidaklah mudah mendidik anak anak dimasa sekarang, perlu perhatian ekstra dan sistem pembelajaran yang jitu dari guru profesioanal.
Ketiga, Guru harus mampu memberikan sttimulus kepada peserta didik dalam membentuk karakter yang siap berkompetisi, khususnya madrasah harus mampu bersaing dengan sekolah lain. “Janganlah kita berada pada second choice lagi, walaupun tak dinafikan animo masyarakat semakin tinggi terhadap madrasah”, terangnya.
Guru profesional harus mampu menghasilkan ouput yang berdaya guna di tengah masyarakat, lanjutnya menyebut poin keempat. “Lulusan MI, MTs, atau MA harus benar2 bisa berbeda dari lembaga pendidikan lain dan berdaya guna dimasyarakat. Terakhir ia mengatakan kesejahteraan guru perlu diperhatikan. Ia menggantungkan harapan besar kepada pemerintah untuk benar benar bisa memperhatikan nasib para guru honorer termasuk sarana dan pra sarana pendidikan di Indonesia.
“Jika PNS sudah mendapatkan kepastian dengan kesejahteraannya, saya pribadi merasa sedih saat melihat nasib guru honor yang juga memiliki semangat juang dan kontribusi tinggi untuk mencerdaskan anak bangsa ini”, ucapnya. “Kalau selama ini kesejahteraan guru honor hanya mengandalkan Dana BOSS, sangat jauh dari kata cukup, ucapnya bernada miris”, ungkapnya lagi.
Semoga dengan semakin tinggi perhatian pemerintah terangkatnya kesejahteraan guru guru kita diseluruh penjuru Indonesia, akan mampu mencetak generasi generasi yang mumpuni di masa datang.
Diakhir bincang, perempuan berkacamata ini menuturkan meski teknologi informasi berkembang sanagat cepat dan sumber informasi sangat mudah ditemukan, peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh kemajuan teknologi. “Menanankan nilai dan karakter yang terkait dengan integritas dan kepribadian adalah hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi”, tekannya menutup bincang. (vera/adi/anto)