0 menit baca 0 %

Kepala MAN Tembilahan dan Kuansing Dikukuhkan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Senin (10/1) bertempat di Aula Kanwil Kemenag Riau mengukuhkan Kepala MAN Tembilahan dan MAN Teluk Kuantan. Dua orang kepala MAN tersebut adalah, Drs H Aprizal MM merupakan guru MAN...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Senin (10/1) bertempat di Aula Kanwil Kemenag Riau mengukuhkan Kepala MAN Tembilahan dan MAN Teluk Kuantan. Dua orang kepala MAN tersebut adalah, Drs H Aprizal MM merupakan guru MAN Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi Kepala MAN Kabupaten Inhil, dan Drs Zulkifli M Pd merupakan guru MAN 2 Model Pekanbaru diangkat menjadi Kepala MAN Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Hadir dalam pelantikan tersebut, Kepala MAN Tembilahan yang lama, H Kursani yang memasuki masa pensiun, Kepala MAN Teluk Kuantan yang lama Apris Aly S Ag yang saat ini menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Baiturrahman Beringing Teluk Kuantan Kuansing, Pejabat eselon III dan IV serta karyawan atau staf dilingkungan Kanwil Kemenag Riau. Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan kepala Madrasah ini dalam rangka untuk mewujudkan pemerataan bidang pendidikan di Riau. Dimana, penempatan jabatan baru dan jabatan lama merupakan hasil penilaian kinerja selama beberapa tahun belakangan, tidak disertai unsur neko-neko apalagi adanya unsur KKN. "Kita tidak ingin ada benalu dalam dunia pendidikan, karena ini akan menghancurkan dunia pendidikan," tegasnya. Menurutnya, prestasi dua MAN yang akan dikepalai oleh Kepala Madrasah yang baru cukup berperestasi, khususnya MAN Teluk Kuantan. Untuk itu, kepala MAN yang baru harus bisa membawa kedua madrasah tersebut kearah peningkatan atau keprestasi yang lebih baik. Mulai dari managemen pengelolaan keuangan, managemen perkantoran, hingga managemen guru-guru yang ada di madrasah bersangkutan. "Khusus MAN Tembilahan harus mengejar ketertinggalan yang selama ini barangkali kurang berkembang, harus dipacu dengan berlari dengan cepat. Harus mampu dan tanggap dalam bekerja, baik pola pikir maupun pola dalam bekerja. Sekecil apapun pekerjaan harus dikuasai," pungkas Asyari. (msd)