0 menit baca 0 %

Kepala MAN 4 Kampar : Sudah 12 Tahun Kita Menantikan Penegrian Ini

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Sudah 12 tahun kita menantikan penegrian ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Madrasah Aliyah (MAN) 4 Kampar, H Istakafi SPdI MM, dalam acara peresmian MAN 4 Kampar pada hari jum at yang lalu (11/05/2018). Persemian MAN 4 kampar ini langsung diresmikan oleh Kepala K...
Kampar (Inmas) - Sudah 12 tahun kita menantikan penegrian ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Madrasah Aliyah (MAN) 4 Kampar, H Istakafi SPdI MM, dalam acara peresmian MAN 4 Kampar pada hari jum’at yang lalu (11/05/2018). Persemian MAN 4 kampar ini langsung diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni Hasan MA dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, yang diwakili oleh Kasi Pendidikan Madrasah Drs H Faizin MPd. Istakafi mengaku, pihaknya sudah melalui perjalanan yang cukup panjang untuk status penegrian madrasah. “12 tahun ini menanti, dengan perjuangan yang cukup berat harus besyukur dan bisa berbangga karena paling tidak, dari sekitar 80 Madrasah Aliyah di Indonesia, MAN 4 Kampar salah satunya yang mampu menembus status negeri ini”, katanya. “Satu di Sulawesi dan dua lainnya di Papua”, katanya lagi. Bahkan untuk Sumatera, Sulawesi, Jawa dan Bali MAN 4 Kampar salah satunya dari mewakili Riau, ujarnya. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan pihak madrasah. Dari sekian madrasah yang ada, kita berhasil menembus itu setelah melalui proses administrasi yang cukup panjang dan memenuhi persyaratan untuk dinegerikan. Oleh karena itu, saya pribadi sangat bangga dan bahagia atas penegrian MAN 4 Kampar ini. Dengan dinegerikannya MAN 4 Kampar hari ini, partisipasi masyarakat akan bertambah, dan tentunya dalam hal ini madrasah dibawah payung Kemenag akan lebih pro aktif dan berperan di masyarakat dengan terus menunjukkan eksistensi mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya dibawah dinas pendidikan. Sehingga keberadaan madrasah perlu diperhitungkan oleh sekolah lainnya, harap Istakapi. (Ags/Usm)