0 menit baca 0 %

Kepala MAN 1 Bengkalis Ikuti Workshop Soft Skill Mahasiswa Program PAI STAIN Bengkalis

Ringkasan: Bengkalis Inmas, Pagi ini Selasa 19 November 2019, Kepala MAN 1 Bengkalis Ikut menghadiri Acara Pembukaan dan menyerahkan  Sertifikat Workshop Soft Skill Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Bengkalis  dengan tema " Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Unggul Dari Sisi Iintelektual Dan Kepe...

Bengkalis Inmas, Pagi ini Selasa 19 November 2019, Kepala MAN 1 Bengkalis Ikut menghadiri Acara Pembukaan dan menyerahkan  Sertifikat Workshop Soft Skill Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Bengkalis  dengan tema " Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Unggul Dari Sisi Iintelektual Dan Keperibadian" yang digelar di Aula  STAIN Bengkalis

Dalam sambutannya  Ketua STAIN Bengkalis Prof, Dr, Syamsul Nizar Menyatakan akan pentingnya keunggulan suber daya Manusia secara Intelektual maupun Kepribadian, maka dalam hal ini perlu dilaksanakan berbagai upaya untuk mendukung pengembangan Sumber Daya dimaksud, satu diantaranya adalah dengan Melaksanakan Workshop serperti ini.

H. Lukman mengungkap, Dalam  Workshop ini di bahas juga tentang Apa itu berpikir kritis? Berpikir Kritis Kemampuan berpikir kritis adalah suatu kemampuan seseorang dalam menganalisis ide atau gagasan secara logis, reflektif, sistematis dan produktif untuk membantu membuat, mengevaluasi serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini atau akan dilakukan sehingga berhasil dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi.

Berpikir kritis termasuk proses berpikir tingkat tinggi, karena pada saat mengambil keputusan atau menarik kesimpulan menggunakan kontrol aktif, yaitu reasonable, reflective, responsible, dan skillful thinking. Tidak semua orang bisa berpikir kritis karena dibutuhkan keyakinan yang kuat dan mendasar agar tidak mudah dipengaruhi. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk berpikir secara kritis, seseorang memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menggeneralisasi, menarik kesimpulan deduktif dan merumuskan langkah-langkah logis lainnya secara mental. Domain-specific knowledge. Dalam menghadapi suatu problem, seseorang harus mengetahui tentang topik atau kontennya. Untuk memecahkan suatu konflik pribadi, seseorang harus memiliki pengetahuan tentang person dan dengan siapa yang memiliki konflik tersebut. Metakognitive knowledge. Pemikiran kritis yang efektif mengharuskan seseorang untuk memonitor ketika ia mencoba untuk benar-benar memahami suatu ide, menyadari kapan ia memerlukan informasi baru dan mereka-reka bagaimana ia dapat dengan mudah mengumpulkan dan mempelajari informasi tersebut. 

Mengidentifikasi unsur-unsur dalam kasus beralasan, terutama alasan-alasan dan kesimpulan-kesimpulan.Mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi-asumsi.Memperjelas dan menginterpretasikan pernyataan-pernyataan dan ide-ide.Mengadili penerimaan, terutama kredibilitas, dan klaim-klaim.Mengevaluasi argumen-argumen yang beragam jenisnya.Menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan penjelasanpenjelasan.Menganalisis, mengevaluasi, dan membuat keputusan-keputusan. Menyimpulkan. Menghasilkan argumen-argumen,.(joe)