0 menit baca 0 %

Kepala KUA KHS Giatkan Gerakan Maghrib Berjamaah

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Setelah gerakan shalat Subuh berjamaah digiatkan di Kabupaten Kuantan Singingi, kali ini ada lagi gerakan yang serupa, "Maghrib berjamaah". Kegiatan ini sama dengan subuh berjamaah, karena sama-sama menekankan pentingnya sholat wajib itu untuk dilaksanakan secara berjamaah di Mesji...

Kuansing (Inmas), Setelah gerakan shalat Subuh berjamaah digiatkan di Kabupaten Kuantan Singingi, kali ini ada lagi gerakan yang serupa, "Maghrib berjamaah". Kegiatan ini sama dengan subuh berjamaah, karena sama-sama menekankan pentingnya sholat wajib itu untuk dilaksanakan secara berjamaah di Mesjid. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar ulama bersepakat bahwa sholat lima waktu itu hukumnya fardhu 'ain dikerjakan secara berjamaah, khususnya bagi kaum laki-laki, namun tidak demikian bagi kaum wanita.

Hal inilah yang telah dilakukan dan sedang digiat-giatkan oleh Kepala KUA Kuantan Hilir Seberang (KHS) Jafrizal, S.Ag. Pada hari Sabtu (05/05/2018) Personil Maghrib berjamaah yang terdiri dari Camat KHS, Kepala KUA KHS, Ketua MUI KHS, PHBI, Ketua Pemuda KHS, dan Tim Maghrib Berjamaah KHS, melaksanakan Maghrib berjamaah di desa Pelukahan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih kurang 90 orang jamaah. Magrib berjamaah ini diisi dengan kegiatan sebagai berikut: kata sambutan dari Camat atau kepala KUA, atau pejabat berwenang yang hadir, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan ceramah agama.

Ketika memberikan kata sambutannya Camat KHS menegaskan, "Setiap warga yang telah cukup umur atau baligh yaitu yang telah berumur 17 tahun ke atas, maka penting baginya untuk melengkapi administrasi kependudukan, setiapย  warga wajib memiliki KTP, KK, Buku Nikah bagi yang sudah menikah, dan Akte kelahiran bagi yang belum punya akte kelahiran. Administrasi ini berguna untuk memudahkan warga ketika melakukan urusan yang memerlukan identitas pribadi".

Dalam sesi ceramah agama diisi oleh ustaz Abu Bakar. Dalam ceramahnya beliau berpesan, pentingnya dalam diri setiap muslim/muslimah dibekali dengan Taqwa karena titel manusia yang paling tinggi itu adalah Taqwa. Acara berlanjut sampai masuknya waktu sholat Isya, Acara berjalan lancar dan tertib. Setelah sholat Isya jemaahpun pulang kerumahnya masing-masing dengan perasaan sebang, karena telah mendapatkan tambahan ilmu agama. (N/R)