Inmas (Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIN 1 Kuantan Singingi, Jum’at (7/11/2025), melalui aplikasi Zoom Meeting
Pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis KBC ini dihadiri oleh Kasi Penmad Kemenag Kuantan Singingi Ibu Rini Susanti, S.Pd., M.M, Bapak koordinator pengawas Madrasah Sawir Hasbi,S.Ag., M.Kom, Ibu Pengawas Madrasah Jasti Ningsih. S.Pd.I selaku Narasumber pada Bimtek KBC ini. Serta Seluruh peserta Bimtek yang hadir dan berpartisipasi pada Bimbingan Teknis KBC di MIN 1 Kuansing ini, yaitu Kepala Madrasah MIN 1 Kuansing, seluruh Majelis guru dan tenaga kependidikan MIN 1 Kuansing serta beberapa guru dari Madrasah lain yang ikut tergabung, MI Istiqomah, MIS TI Pangean, MIS Ulil Albab Kecamatan Inuman, dan MIS Baserah yang juga ikut serta dalam Bimbingan Teknis KBC ini di MIN 1 Kuansing.
Suasana pembukaan semakin syahdu dan penuh makna dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta didik MIN 1 Kuansing. Lantunan ayat suci tersebut mengalun merdu, menambah kekhusyukan acara dan menghadirkan nuansa spiritual yang sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa nilai cinta dalam pendidikan berakar dari ajaran Al-Qur’an, yaitu kasih sayang, ketulusan, dan keikhlasan dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MIN 1 Kuansing Susanti Apriani,S.Pd dalam sambutannya, menyinggung pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Ia mengajak seluruh peserta Bimtek untuk menanamkan nilai-nilai cinta dalam proses belajar mengajar.Â
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, mari kita bersihkan hati dan niatkan penuh cinta dalam mendidik anak-anak kita. Dengan cinta, pembelajaran akan lebih bermakna, dan peserta didik akan tumbuh dengan karakter yang kuat dan penuh kasih,” ujarnya.
Pesan ini menggambarkan semangat seluruh warga madrasah untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia melalui nilai-nilai cinta dan kasih sayang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi dalam arahannya secara virtual menegaskan bahwa pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berakhlak, berkarakter, dan mencintai kedamaian.
“Cinta adalah dasar dari setiap proses pendidikan. Guru yang mengajar dengan cinta akan melahirkan siswa yang belajar dengan semangat dan kasih sayang. Melalui Bimtek ini, mari kita wujudkan madrasah yang menebarkan cinta, baik kepada sesama maupun kepada lingkungan,” pesan beliau.
Beliau menambahkan bahwa nilai cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) harus menjadi ruh dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Kepala madrasah diharapkan memiliki visi dan konsep yang sejalan dengan KBC agar pelaksanaannya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar terimplementasi dalam budaya kerja dan proses pembelajaran.
Kepala Kemenag juga memberikan apresiasi kepada MIN 1 Kuantan Singingi yang dinilai gercep dalam mengimplementasikan KBC di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, beliau berharap seluruh peserta Bimtek dapat memahami konsep cinta dalam membentuk karakter bangsa.
“Semoga apa yang disampaikan para narasumber dalam Bimtek KBC ini dapat menginspirasi kita semua untuk merubah cara kita melayani dan menyentuh hati anak-anak kita. KBC tidak hanya terfokus pada peserta didik, tetapi juga harus dihayati oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama,” ungkapnya penuh harap.
Lebih lanjut, beliau mengapresiasi semangat para guru madrasah yang terus berinovasi dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan seperti Bimtek KBC ini. (Devi amalia)