Siak (Inmas) – Bertempat di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom menerima kunjungan silaturahim Ketua Komunitas Pejuang Shubuh Kabupaten Siak, Ustadz Totok Prasetyo, Lc didampingi oleh Wakilnya Ustadz Ihsan Taufiqi, S.Sy, Rabu, (06/02/2020). Dalam pertemuan ini, banyak hal yang dibicarakan terkait dengan sinergi yang harus dibangun antara Kankemenag Siak dan juga Komunitas Pejuang Shubuh yang saat ini gaungnya telah mendapat banyak kepercayaan dari berbagai pihak termasuk oleh Pemda Siak sendiri.
Drs. H. Muharom selaku Kepala Kankemenag Siak sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program-program yang selama ini telah terbukti berhasil dan program yang akan dilakukan oleh Pejuang Shubuh nantinya. Bagi Muharom tidak mudah bisa membawa para remaja dan pemuda untuk bersemangat melakukan Sholat Berjama’ah apalagi itu Shalat Shubuh. “Sebenarnya shalat apapun terutama shalat fardhu itu patut untuk diperjuangkan dan dilaksanakan bagi kaum Muslim. Meski begitu, Shalat Subuh merupakan shalat tersulit yang dilakukan umat Muslim. Apalagi untuk shalat berjamaah pada waktu tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Totok Prasetyon menceritakan, berawal dari keprihatinan minimnya jemaah masjid dari generasi muda, sekumpulan remaja di Kecamatan Siak, akhirnya tergerak hatinya membuat gerakan bernama Pejuang Subuh yang terinspirasi oleh Komunitas Pejuang Shubuh yang sebelumnya telah ada di Provinsi Riau. Jadi, sebelum fajar menjelang, sekumpulan remaja ini menggilir setiap masjid untuk disinggahi. Tak lupa, Pejuang Subuh ini mengajak teman sebayanya untuk meramaikan masjid. Ragam kegiatan dilakukan usai salat agar generasi muda menghindari perbuatan negatif yang bisa memalukan diri sendiri, keluarga, dan daerah. Adapun dana gerakan ini awalnya bersifat swadaya. Anggota setiap harinya, ketika pagi menjelang, menjajakan kacang dan panganan ringan. "Hasilnya digunakan untuk operasional. Dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Siak," ujarnya alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib ini.
Alumni Al-Azhar, Mesir ini menjelaskan, anggota Pejuang Subuh sejak dibentuk beberapa bulan lalu makin bertambah tiap harinya. Tidak hanya remaja, pejuang ini sudah beranggotakan beberapa polisi, satuan polisi pamong praja dan pegawai negeri sipil. Toto berharap anggotanya makin bertambah tiap harinya, terutama generasi muda. Dengan demikian, perubahan masyarakat agamis dan peduli dengan masa depan bangsa bisa terwujud. "Tujuan utama adalah perubahan. Harapannya salat Subuh berjemaah seramai salat Jumat. Kalau jemaah Subuh sudah terjaga, salat jemaah lainnya akan terjaga," tukasnya. (Hd)