0 menit baca 0 %

Kepala kankemenag Siak Kunjungi Pesantren Darul Hadits Sultan Yahya Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hadits Sultan Yahya yang baru beroperasi beralamatkan di Jalan Tengku Buang Asmara/ Sapta Taruna di kota Siak Sri Indrapura. Dalam kunjungannya kali ini, selain bersilaturrah...

Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hadits Sultan Yahya yang baru beroperasi beralamatkan di Jalan Tengku Buang Asmara/ Sapta Taruna di kota Siak Sri Indrapura. Dalam kunjungannya kali ini, selain bersilaturrahim, Muharom juga melihat fasilitas dan bertatap muka dengan para ustadz, pengasuh dan santri yang merupakan utusan dari kecamatan yang ada di Kabupaten Siak tersebut.

Seperti diinfokan sebelumnya, Pondok Pesantren Darul Hadits Sultan Yahya dibawah naungan Yayasan Wakaf Sultan Yahya Siak sudah mulai beroperasi dengan menerima santri pertama sebanyak 15 santri. Pesantren yang diazamkan untuk melahirkan generasi ahli Hadits berkualitas dan mumpuni ini dipimpin oleh Ustadz Syaifuddin Zuhri, Lc alumni Universitas al-Ahgaff, Yaman.

Kepada para santri, Muharom menyampaikan tahniah terpilih menjadi santri-santri perdana yang siap menjadi ahli Hadits demi menegakkan syi’ar agama Allah di bumi Negeri Istana ini. “Insya’Allah adik-adik para santri di sini kelak akan menjadi ahli-ahli Hadits yang mumpuni dan berkualitas dan siap mengajarkan kehidupan sesuai sunnah Rasulullah dan membawa ummat ini ke kehidupan yang diridhoi Allah,” ungkapnya.

Ustadz H. Abdul Rasyid Suharto, M.Ed mengatakan bahwa terealisasinya Pondok Tahfizh Hadits ini berangkat dari keinginan Bupati Siak Bapak Drs. H. Alfedri, M.Si agar kabupaten Siak mempunyai sebuah pesantren pusat pendidikan Hadits yang dapat menghasilkan para calon-calon Ulama Hadits. Beliau risau karena Hadits Rasulullah atau Sunnah yang merupakan sumber kedua ajaran Islam setelah Al Quran kurang mendapat perhatian ummat. (Hd)