Siak (Inmas) - Memasuki bulan Muharram, banyak ibadah sunah yang sangat dianjurkan dilakukan bagi umat Islam. Di bulan awal tahun umat Islam ini, salah satu amalan tersebut adalah puasa Asyura dan tasu'a. Anjuran untuk melaksanakan ibadah sunah itu sudah diterangkan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis Riwayat Muslim. "Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallohu anhu, puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Ta'ala (yaitu) Muharram. Sedangkan Shalat yang paling utama setelah Shalat fardhu adalah Shalat malam."
Mengingat keutamaannya yang sangat besar, untuk itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengajak seluruh Umat Islam khususnya di Kabupaten Siak untuk berlomba-lomba meraih pahala di yang mulia ini (red-Muharram). Saya mengajak seluruh Umat Islam agar dapat kita bersama-sama berpuasa Asyura esok hari, Kamis, 20 September 2018 dalam rangka mengejar pahala dan ampunan yang Allah siapkan untuk kita , ujarnya.
Berdasarkan hitungan hisab, 1 Muharram 1440 H jatuh pada Selasa, 11 September 2018 lalu. Kemudian, puasa Asyura dan tasu'a bisa dilakukan pada 9-10 Muharram. Di dalam riwayat dikisahkan begitu sungguh-sungguhnya Nabi SAW melakukan puasa sepuluh Muharram. Pada hari tersebut, Nabi SAW berharap kepada Allah SWT agar dosanya di tahun sebelumnya diampuni. Beliau berkata: Puasa hari Asyura, saya berharap agar Allah SWT mengampuni dosa satu tahun sebelumnya, (HR Ibnu Majah). Dalam riwayat lain, sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Al-Humaidi, Rasulullah SAW bersabda: Puasa Asyura dapat mengampuni dosa satu tahun sebelumnya. Adapun dosa yang dimaksud di sini ialah dosa kecil, bukan dosa besar. Sebab dosa besar akan diampuni oleh Allah melalui pertobatan". (Hd)