0 menit baca 0 %

Kepala Kankemenag Kuansing Bekali PTK MAN 1 dengan Konsep Pelayanan Prima

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui keterlibatannya pada Sosialisasi Pelayanan Prima yang diselenggarakan MAN 1 Kuantan Singingi, Jumat, 12 Desember 2025.


Kuansing (Kemenag) Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui keterlibatannya pada Sosialisasi Pelayanan Prima yang diselenggarakan MAN 1 Kuantan Singingi, Jumat, 12 Desember 2025. Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna H.M. Thaib Usman tersebut, Kepala Kemenag Kuansing, Suhelmon hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan arahan langsung kepada seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

Dalam penyampaiannya, Suhelmon menekankan bahwa Kementerian Agama terus mendorong madrasah agar memperkuat layanan publik yang profesional dan humanis. Ia menyebut bahwa pelayanan prima bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen moral madrasah sebagai lembaga pendidikan dibawah binaan Kemenag.

“Pelayanan prima adalah wajah kita di mata masyarakat. Setiap PTK memegang peran penting dalam membangun citra madrasah yang ramah, cepat, tepat, dan menghargai siapa pun yang datang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap madrasah. Oleh karena itu, Kemenag Kuansing mendorong madrasah untuk terus memperbaiki pola kerja, meningkatkan kompetensi PTK, dan memperkuat budaya pelayanan berbasis integritas.

Kepala MAN 1 Kuantan Singingi, Elfarida, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag yang terus hadir memberikan arahan dan penguatan. Menurutnya, kehadiran narasumber dari Kemenag Kuansing menjadi motivasi bagi PTK untuk menerapkan standar pelayanan prima dalam praktik sehari-hari. “Madrasah akan semakin dipercaya jika pelayanannya baik. Karena itu, nilai-nilai profesional, ramah, dan transparan harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme PTK dalam memahami strategi pelayanan publik yang efektif. Para peserta aktif menggali panduan teknis maupun contoh penerapan layanan prima di lingkungan madrasah.