0 menit baca 0 %

Kemitraan Australia- Indonesia Pancing Animo dan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Madrasah

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas)- Menurut H Naini, program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia sangat positif, karena secara implementatif dilaksanakan di beberapa Kabupaten di Riau. Khusus Rohil sendiri ada 166 Madrasah terdiri dari 29 MI swasta dan satu MI negeri, 70 MTs swasta dan satu Mts negeri, serta...

Rokan Hilir (Inmas)- Menurut H Naini, program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia sangat positif, karena secara implementatif dilaksanakan di beberapa Kabupaten di Riau. Khusus Rohil sendiri ada 166 Madrasah terdiri dari 29 MI swasta dan satu MI negeri, 70 MTs swasta dan satu Mts negeri, serta 67 MA swasta dan satu MA Negeri. Dari 30 madrasah yang diusulkan ada lima belas madrasah yang menjadi sasaran bantuan program ini.

“Kegiatan tersebut sangat kami apresiasi karena telah terbukti menghasilkan perubahan yang signifikan untuk untuk 15 madrasah, lima MI dan 10 MTs dimana masing- masingnya 2 madrasah mendapatkan akreditasi dengan nilai A dan 13 madrasah mendapat akreditasi dengan nilai B,” kata Kasi Pendis Rohil, H Naini.

Hari ini sebutnya, madrasah dituntut untuk terus meningkatkan mutunya, shingga tal lagi dipandang sebelah mata. Masih menurut H Naini, keberadaan madrasah sebelumnya banyak yang tidak layak dan masih memprihatinkan, namun sejalan dengan program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia ini, hari ini image madrasah sudah berubah lebih baik bagi siswa, orangtua maupun lingkungan. Bahkan animo masyarakat Rohil sendiri khususnya makin tinggi dan percaya dengan madrasah.

Selain itu secara non fisik sejumlah perubahan yang dapat dilihat adalah dari perpustakaan, lantai sekolah yang rusak ataupun yang bocor. Dan secara nin fisik dengan adanya diklat singkat tentang bagaiman membuat perangkat pembelajaran, implementasi K13, masalah laporan keuangan maupun sarana dan prasarana terhadap majelis guru. Keberhasilan suatu kegiatan tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak khususnya pihak Kakanwil yang selalu memonitoring semua kegiatan secara berkesinambungan, ujarnya.

Harapannya kedepan program yang sama maupun program lain yang terkait untuk menunjang pendidikan terus ada dalam rangka memajukan madrasah di Indonesia.

“Kepada madrasah yang sudah dibantu, tolong dijaga fasilitas yang sudah berikan, dan kepada guru agar bisa mengimplementasikan dan mengembangkan ilmu yang diperoleh dari diklat singkat tersebut secara maksimal sesuai dengan delapan standart program pendidikan”, ujarnya mengakhiri wawancara melalui via seluler. (vera/dnms)