0 menit baca 0 %

Kementerian Koperasi dan UKM RI Bantu Peningkatan Skill Siswa/i MA Al-Islam Rumbio.

Ringkasan: Kampar (Inmas). Madrasah Aliyah Al-Islam Rumbio yang terletak di Jl. Raya Pekanbaru - Bangkinang KM 45,5 Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Prov.Riau mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI berupa Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) bidang industeri Konveksi pada tahun 2015 ya...

Kampar (Inmas). Madrasah Aliyah Al-Islam Rumbio yang terletak di Jl. Raya Pekanbaru - Bangkinang KM 45,5 Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Prov.Riau mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI berupa Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) bidang industeri Konveksi pada tahun 2015 yang lalu, hal ini diungkapkan oleh kepala MA Al-Islam Rumbio Duski Samad MA kepada Madrasah Hebat pada Jum’at (29/04) di ruangnya.

Bantuan peralatan konveksi yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM kepada madrasah kita sangat kita rasakan manfaatnya, terutama bagi siswa siswi yang telah mahir mempergunakannya yang dilatih langsung oleh instruktur yang menguasai bidangnya, saat ini instruktur yang mengajar siswa/i ada 2 orang yaitu Syamsi Hidayah SE dengan Astuti S.Pd dan keduanya adalah guru mata pelajaran keterampilan pada MA Al-Islam, jelas Duski

Adapun peralatan yang diberikan kepada kita yaitu sebanyak 25 unit peralatan konveksi yang terdiri dari 22 mesin jahit, 2 mesin obras dan 1 mesin bordir khusus, dengan adanya peralatan mesin bantuan ini maka keterampilan menjahit/konveksi ini kami jadikan Proses Belajar Mengajar (PBM-red) Murni di MA Al-Islam Rumbio, sehingga minat siswa untuk mendalami keterampilan ini merupakan inspirasi positif kami untuk meningkatkan keahlian peserta didik terutama setelah mereka menamatkan pendidikan di Al-Islam bisa mandiri dan terpakai ditengah masyarakat, tambah Duski.

Setelah peralatan ini bisa kita gunakan rupanya banyak juga dari siswa kita yang berbakat laki-laki, dari pantauan kami di lapangan pada saat ini ada 6 orang anak laki-laki yang secara serius mengikuti ekskul konveksi ini, perlu kami sampaikan bahwa disamping masuk PBM yang semua siswa akan mengikutinya, keterampilan menjahit ini juga ada ekskulnya, melalui ekskul itulah maka sekarang kebutuhan siswa tentang pakaian seragam terutama jilbab agar seragam telah diproduksi oleh siswa kita sendiri, saat ini yang sudah di produksi siswa melalui ekskul tersebut yaitu; sprey, sarung bantal dan jilbab, kedepan akan kita perluas keterampilannya pada pembuatan konveksi yang dibutuhkan oleh siswa, jika nanti mereka (siswa/siswi-red) sudah mahir akan kita perluas dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat lingkungan madrasah, tambah Syamsi Hidayah SE salah seorang instruksur siswa.

Proses mendapatkan bantuan ini mempunyai cerita yang agak panjang, setelah saya dilantik menjadi kepala di MA AL-Islam pada tahun 2013 yang lalu, saya membaca peluang apa yang bisa saya manfaatkan untuk menciptakan hal yang bermanfaat bagi siswa MA tersebut, setelah melihat potensi madrasah beserta lingkungannya, kami berinisiatif mencari peluang bantuan untuk memupuk skil siswa, kami jalin kerjasama dengan Disnaker dan UKM Kab.Kampar untuk melirik peluang kerja siswa kedepan, kami diberi saran agar mengajukan proposal bantuan peralatan keterampilan ke Kementerian Koperasi dan UKM RI dengan menyertai Rekom dari Kemenag Kampar dan Rekom dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau, alhamdulillah berhasil, pada akhir 2015 lalu kami mengusahakan bantuan dari Kemen.Kop dan UKM RI peralatan perbengkelan untuk siswa putera, semoga apa yang kami usahakan berhasil.

Sebagai madrasah swasta yang tidak memiliki sumber dana yang tetap, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah, Alhamdulillah Kemenag Kab.Kampar dan Kemenag Provinsi Riau cukup memperhatikan kami dengan memberikan bantuan sarana prasarana fisik, oleh sebab itu kami selalu mencari peluang bagaimana madrasah kita ini bisa melahirkan siswa kreatif yang berbakat dengan memberikan pembelajaran keterampilan, masalah klasik yang sering kita tengok di masyarakat adalah banyaknya pengangguran yang baru setelah mereka tamat sekolah, dengan upaya ini kami sangat berharap semakin banyak yang bisa bekerja sama dengan MA Al-Islam ini untuk mencetak generasi tepat guna berorientasi kepada usaha dengan keterampilan, tutup Duski berharap.(AZ)