Meranti (Inmas)- Kementerian Agama dalam berbagai dimensi tugas dan fungsi senantiasa berupaya memberi efek positif dan pencerahan kepada masyarakat khususnya dalam hal pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat termasuk ikut aktif dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak selaku generasi masa depan bangsa dan negeri ini.
Pembinaan generasi yang menjadi ranah tusi Kementerian Agama tidak sebatas pada lingkup madrasah yang dilakoni para guru-guru madrasah saja, namun lebih dari itu, penyuluh agama pun sangat aktif dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak dan generasi muda baik melalui majelis-majelis taklim, majelis zikir, TPA, TPQ maupun melalui kegiatan-kegiatan lainnya sembari tetap melaksanakan tusi pembinaan serta penyuluhan keagamaan kepada masyarakat seperti yang dilakoni Asrori.S.Ag Salah satu Penyuluh Agama Islam dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti.
Laksanakan Didikan Shubuh mingguan Masjid Al Akhdar desa Dedap dengan agenda pemahaman materi ibadah, pemahaman ibadah sejak dini bagi remaja putra dan putri, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, praktek ibadah sholat jenazah, puisi islami, cerita islami, kultum dan sebagainya.
Penyuluh agama sebagai salah satu bagian di Kementerin Agama memegang peranan penting dalam upaya penyebaran syiar Islam, karena berada di garis terdepan pelayanan yakni di KUA Kecamatan. penyuluh di samping menjalankan tugas pokoknya sebagai penyuluh agama, juga memegang banyak peranan yang menyangkut aspek dan sendi kehidupan masyarakat.
Peran yang diemban oleh penyuluh agama ini semakin hari semakin berat, seiring perkembangan sistem informasi dan komunikasi serta pesatnya arus globalisasi yang cenderung membawa dampak negatif bagi individu-individu termasuk ke anak-anak dan generasi muda jika tidak jeli melihat dan memanfaatan serta memproteksi sisi negatif dari perkembangan tersebut.
Untuk itu, para penyuluh agama baik fungsional (PNS) maupun honorer senantiasa sadar akan tugas dan fungsinya terlebih dalam melakukan akselerasi pembinaan terhadap anak-anak sebagai aset generasi yang kelak akan melanjutkan stafet pembangunan bangsa, negara dan agama ini. (Tim Inmas)