Meranti (Inmas)- Kementerian Agama yang lahir pada tanggal 3 Januari 1946, hanya empat setengah bulan, setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, meminjam istilah agama, termasuk kategori "Assabiqunal Awwalun" adalah sebuah Kementerian, yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia, baik pada masa dahulu, maupun pada masa kini, dan apalagi pada masa yang akan datang.
Hal ini disebabkan bangsa kita sejak sebelum kemerdekaan, dikenal sebagai bangsa yang religius, ramah tamah, sopan santun, dan taat melaksanakan ajaran agamanya dengan baik dan benar. Selain itu, hukum agama khususnya agama Islam, telah banyak diperaktekkan dalam masyarakat dan bahkan telah menjadi hukum masyarakat.
Demikian disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, dalam sambutannya pada Syukuran Hari Amal Bakti (HAB) ke 71 Kemenag RI Tahun 2017, Ahad (7/1/2017) bertempat di Kantor Kemenag Kab Kepulauan Meranti, Selat Panjang.
Hadir dalam acara itu Kakan Kemenag Meranti Drs H Miskam Slamet MPdI, Kabag TU Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos M SI, Kasubag Tata Usaha, para Kasi dan Pembimas, Kepala Madrasah dan Kepala KUA se Meranti. Hadir juga para pensiunan Kemenag Meranti, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua LAMR Kab Meranti, pimpinan Ormas Islam, dan keluarga besar Kemenag.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Supardi mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Meranti, untuk fokus pada pelaksananaan tupoksi dan program Kemenag, sehingga kehadirannya selalu aktual, dibutuhkan oleh masyarakat dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Program Kemenag pada semua tingkatan, secara prinsip diarahkan pada lima hal, yaitu : Penibgkatan kualitas kehidupan beragama; Peningkatan kualitas krrukunan umat beragama; Peningkatan kualitas pendidikan agama danbkeagamaan; Peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji; dan Peningkatan kualitas tata kelola pemrrintahan.
Program tersebut agar dilaksanakan dengan menerapkan lima budaya kerja, yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan.
Pada acara tersebut, juga dirangkai dengan penyerahan bingkisan kepada pensiunan Kemenag Meranti, bantuan fakir miskin, dan bantuan anak yatim, sebagai bukti kepedulian dan kasih sayang antar sesama.
Acara diakhiri dengan bersalam salaman antara keluarga besar Kementerian Agama, sehingga terjalin silaturrahim, maaf memaafkan antara satu sama yang lain, dan terjalin ukhuwah islamiyah. (ash/e-m)
