Jakarta
(Inmas)- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan Alat
Pelindung Diri (APD) tim medis Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta dan RS UIN Syarif
Hidayatullah. Bantuan APD yang diserahkan berupa baju hazmat, kacamata safety,
boot, dan cover shoes.
Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Program Rumah Sehat
BAZNAS, Reza Ramdhoni kepada Ketua Tim Satgas Covid-19 RS Haji Jakarta Dr
Mahesa, dan Dirut RS UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Amir Fauzi, MARS di RS Haji,
Pondok Gede, pada 30 Maret 2020.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengapresiasi langkah
BAZNAS. Menurutnya, wabah virus Korona atau Covid-19 merupakan ujian sekaligus
momentum bagi umat Islam untuk mengaktualisasikan nilai dan pesan agama yang
otentik dengan mengoptimalkan peran zakat, sedekah, infaq dan waqaf (Ziswaf)
dalam membantu sesama yang membutuhkannya. "Saatnya Ziswaf tampil sebagai
instrumen powerfull dan berperan fundamental mengatasi Covid-19 ini dengan
program nyata yang membantu dan memberdayakan masyarakat," tegasnya di
Jakarta, Rabu (01/04).
Terpisah, saat menyerahkan bantuan, Kepala Program Rumah
Sehat BAZNAS, Reza Ramdhoni mengatakan, penyaluran bantuan alat pelindung diri
ini memang diprioritaskan mengingat beberapa rumah sakit saat ini mengalami
kesulitan untuk mendapatkannya.
“Baju hazmat, kacamata safety, boot adalah kebutuhan yang
sangat mendesak, diperlukan tenaga medis. Sebab, merekalah yang berada di garis
depan penanganan Covid-19 ini. Tim medis sangat bergantung pada alat pelindung
tersebut untuk menjaga mereka agar tidak tertular dari virus,” ujar Reza.
Reza berharap bantuan yang diberikan dapat membantu para
tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19. Menurutnya, beban berat yang
dipikul tenaga medis sebagai ujung tombak penanganan pasien Covid-19 harus
diimbangi dengan perlindungan mereka dalam menjalankan tugas.
"Semoga bantuan alat pelindung diri menjadi awal
untuk memberikan kepada para tenaga medis lainnya dalam perjuangan melawan
Covid-19,” jelasnya.
Direktur BAZNAS, M. Arifin Purwakananta menjelaskan bahwa
bantuan ini bersumber dari dana kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji
(BPKH). Arifin mengapresiasi BPKH atas sinergi yang terjalin dalam memberikan
bantuan untuk penanganan Covid-19.
“Terima kasih kepada BPKH atas kerjasamanya. Ini semakin
menunjukkan bahwa peran zakat, peran dana umat dalam situasi genting ini sangat
dibutuhkan. Kita berharap ini akan memberikan suatu kesadaran kepada umat untuk
semakin bersemangat di dalam berbagi dan bersedekah demi menyelamatkan umat
dari pandemi,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito
Abimanyu berharap bantuan yang diberikan akan bermanfaat dalam membantu petugas
medis melayani pasien Covid-19.
“Semoga bantuan ini bermanfaat membantu mereka yang
mungkin diisolasi dan dilayani di RS Haji dan RS UIN. Kami percaya BAZNAS dapat
mampu menyalurkan dengan cepat dan tepat serta amanah,” ucapnya.
Selain pemberian alat pelindung diri, BPKH dan BAZNAS
tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan barang kelengkapan lainnya untuk
menunjang pekerjaan tim kesehatan menangani pasien Covid-19. Bantuan tersebut
antara lain bisa dalam bentuk pembangunan ruang isolasi dan pemenuhan kebutuhan
alat lab yang dibutuhkan oleh tim medis. Bantuan yang merupakan tindak lanjut
dari inisiatif Kemenag dalam mendorong BPKH dan BAZNAS membantu penanggulangan
Covid-19 ini diharapkan dapat meningkatkan layanan bagi masyarakat terdampak. (rls/ms)