Rokan Hulu (Inmas)- Kementerian Agama RI dan LPTQ Nasional telah merumuskan MTQ dengan model baru, yakni dengan memberlakukan e-mtq dengan peserta tempatan. E-mtq lahir dari sebuah semangat menghadirkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan MTQ, sekaligs untuk memunculkan anak tempatan yang memilliki potensi.
Hal tersebut merupakan poin pertama yang disampaikan oleh Kakaknwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-17 tingkat kabupaten Rokan Hulu Senin (21/8/2017) malam di Dataran Tinggi Pematang Baik Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah.
Hadir dalam pembukaan MTQ itu, Wakil Bupati Rohul, H. Sukiman, ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri, SH Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, SIK. MH, Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M Si, Kakan Kemenag Rohul Syahrudin M.Sy Sekda Rohul Ir. Damri Harun dan sejumlah pejabat lainnya.
“MTQ selain sebagai syiar Islam, juga menjadi momentum baik untuk silaturrahim antara para Qori, Hafiz Al Qur’an. Kebijakan ini hendaknya dapat dilaksanakan sampai tingkat Kemacamatan. Dan semua pihak diharapkan hendaknya tergerak hatinya untuk melakukan pembinaan, sehingga peserta MTQ akan bermunculan dari anak tempatan,” ucapnya.
Pada point Kedua, lanjut Ahmad Supardi, perlu adanya pemetaan dalam melakukan pembinaan para peserta. Dengan pemetaan ini akan nampak apa yang harus direncanakan dan dilaksanakan, apa tantangan dan tahapannya, sekaligus dalam pengembangan potensi yang ada di Kabupaten.
“Dengan pemetaan kita akan menemukan solusi dalam setiap persoalan dan tantangan yang kita hadapi dapat teratasi,” jelasnya.
Ketiga; perlu penguatan dan soliditas kerja LPTQ. Karena poin satu dan dua merupakan tugas berat bagi LPTQ, lembaga ini tidak akan dapat berbuatapa- apa jika tidak mendapatkan support dari Pemerintah Daerah, sehingga anggaran yang secukupya, SDM LPTQ yang mumpuni haruslah menjadi perhatian bersama untuk digesa, sehingga keberhasilan selanjutnya akan diraih.
Keempat; lembaga- lembaga pendidikan Alquran seperti MDTA, TPQ dan TPA juga harus mendapatkan dukungan, baik dari sisi infrastruktur, kesejahteraan tenaga pengajarnya, jumlah siswa, dan kurikulum pendidikan yang baik akan mempermudah usaha untuk membumikan Alquran di Bumi Melayu, khsusnya di Kabupaten Rokan Hulu.
“Untuk itu, mari kita sukseskan MTQ dengan memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing- masing, sehingga dapat berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai,” harapnya.
Mantan Kakankemenag Rohil ini menambahkan, Kemenag Riau memberi apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu atas usahanya secara maksimal untuk mensukseskan perhelatan MTQ dan kegiatan keagamaan yang lainnya, semoga semangat dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu tidak tergerus oleh waktu dan tidak padam oleh zaman. Apalagi, Kabupaten Rokan Hulu merupakan satu- satunya kabupaten yang berhasil meraih piala bergilir Gubernur menjadi piala tetap dengan tiga kali berturut- turut menjadi juara umum pada perhelatan MTQ Tingkat Provinsi Riau yang telah dilaksanakan selama 35 kali. Hal tersebut hendaknya terus dipertahankan.
“Untuk itu, selaku Kakanwil Kemenag Riau, instansi yang mengayomi pembangunan bidang keagamaan sangat berterima kasih kepada seluruh Kepala Daerah Kabupaten dan Kota yang telah memberikan perhatian besar pada pembangunan bidang keagaman tersebut,” ungkapnya. (mus/ash)