0 menit baca 0 %

Kemenag Tajah Sosialisasi SIMAK-BMN se Provinsi Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau,Drs H Asyari Nur SH MM yang diwakili oleh Kabang Tata Usaha, Drs H Albakiran Balim, Rabu (4/8) membuka secara resmi acara sosialisasi Sistem Informasi Managemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN)...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau,Drs H Asyari Nur SH MM yang diwakili oleh Kabang Tata Usaha, Drs H Albakiran Balim, Rabu (4/8) membuka secara resmi acara sosialisasi Sistem Informasi Managemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) yang ditajah oleh Kemenag RI di Hotel Furaya Pekanbaru. Acara sosialiasi yang berlangsung dari 4-7 Agustus 2010 tersebut diikuti oleh 82 peserta yang merupakan petugas penatausahaan BMN sekaligus operator komputer di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Dalam sambutan Ka Kanwil Kemang Riau mengatakan, kegiatan Sosialisasi SIMAK-BMN merupakan suatu usaha dan upaya yang tiada henti-hentinya dilakukan oleh Kemenag RI dalam rangka mewujudkan opini laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dimana kegiatan serupa telah dimulais sejak awal tahun 2009 yang lalu hingga saat ini. "Sosialisasi dan pembinaan SIMAK-BMN sangat sering dilakukan karena problematika di bidang BMN sangat kompleks," ungkapnya. Berdasarkan hasil audit BPK-RI tahun lalu SIMAK-BMN merupakan salah satu poin terbesar penyumbang temuan, sehingga sangat berpengaruh terhadap opini laporan keuangan. Beranjak dari kondisi tersebut, Kemenag mulai dari tingkat pusat hingga tingkat wilayah di Provinsi mulai gencar melakukan pembenahan BMN. Untuk itu, Ka Kanwil mengajak semua pihak untuk memaksimalkan kemampuan yang ada, mulai dari pimpinan hingga ke operator pelaksana BMN untuk meminimalisir temuan-temuan tersebut. "Dan sebagai aparatur pemerintah sudah merupakan kewajiban kita bersama untuk menyusun laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu," tegas Ka Kanwil. Karena menurutnya, apabila terdapat satu satker saja yang belum dapat menghasilkan informasi yang akuntabel tentang laporan keuangan, maka akan berdampak terhadap laporan keuangan Kanwil Kemenag Provinsi Riau kepada Menteri Agama, begitu juga dengan laporan Menteri Agama kepada Presiden. "Kesungguh-sungguhan Saudara dalam pembinaan ini sangat diharapkan agar Kemenag Riau dapat menyusun laporan keuangan seperti yang kita harapkan bersama," tutupnya. (msd)