Pekanbaru (Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara, Mardinal Tarigan MA, bersama rombongan melakukan study banding tentang Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) ke Kanwi Kemenag Provinsi Riau, Jumat (6/1/2017).
Kedatangan rombongan Study Banding Kemenag Kota Sibolga yang berjumlah 24 orang tersebut disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Riau H M Saman S Sos M SI, Kabid Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah H Asmuni MA, KUA Kota Pekanbaru, Kasi- Kasi dan staf pada Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau di Aula Kakanwil Kemenag Riau.
Ketua rombongan yang juga merupakan Kakan Kemenag Kota Sibolga mengatakan, study banding yang dilakukannya bersama Kasi- kasi, operator, dan bendahara Kemenag Sibolga berdasarkan Surat Tugas Nomor: 001/kk.02.19/Kp.02.3/01/2017, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kualitas kinerja aparatur, Pejabat KUA Kecamatan, Seksi Bimas Islam dan Operator melalui SIMKAH dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
"Dasar Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam No. DJ.II/369 Tahun 2013 tentang Penerapan SIMKAH pada KUA Kecamatan, untuk itulah kami berkunjung, bersilaturrahim sekaligus share informasi atau trik- trik Kemenag Provinsi Riau yang telah mengukir banyak prestasi dalam bidang keagamaan," terang Mardinal, karena pembangunan keagamaan di Kota Sibolga yang terdiri dari 4 Kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 95 ribu lebih, 50% lebih beragama Islam, terbilang cukup sulit.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Riau melalui Kabag TU HM Saman Sos M SI, memaparkan sedikit kondiri Riau saat ini, dengan 12 Kabupaten/ Kota, terdiri dari 10 Kabupaten dan 2 Kota dengan jumlah penduduk lebih dari 6 juta jiwa, pemeluk agama mayoritas Islam. Keberadaan KUA Defentif di Riau sebanyak 148, kondisi pegawai 3.983 orang, termasuk guru.
"Untuk saat ini ada berapa jabatan Kabid yang kosong, seperti Penyelenggara Haji dan Umrah, Pendidikan Keagamaan, dan Kakan Kemenag Kabupaten karena pejabat bersangkutan sudah memasuki masa pensiun. Proses pengisian jabatan, tetap mengikuti procedural yang berlaku," jelas Saman.
Untuk pembangunan keagamaan, lanjut Saman, Provinsi Riau termasuk daerah yang cukup kondusif dengang tidak adanya konflik- konflik keagamaan. Bahkan khusus di Bimas Islam, Kemenag Riau telah meraih beberapa prestasi, seperti terpilihnya Islamic Center Rokan Hulu Riau sebagai masjid Agung terbaik I tingkat Nasional tahun 2016, terbaik 3 Simpelmas, dan terbaik 3 pelatihan computer oleh Operator SIMBI, dan beberapa prestasi lainnya.
Ditambahkan, Kabid Urais dan Binsyar, Asmuni, Simplemas terkait dengan manajemen dan pengelolaan masjid akan diimplementasikan pada Masjid- masjid di Riau. Sedangkan untuk SIMKAH saat ini telah berjalan di KUA- KUA.
"Untuk pengawasan terhadap pelaksanaan aplikasi SIMKAH, SIMBI dan lainnya, selain dilakukan secara langsung ke lapangan, selain kita juga menggunakan teknologi informasi seperti HP untuk membentuk grup- gurp di whatsapp guna mempermudah komunikasi dan Tanya jawab jika ada permasalahan terjadi pada alat ataupun operator," jelas Asmuni.
Usia acara penyambutan, rombongan Study Banding Kemenag Kota Sibolga selanjutnya dilakukan dialog dan kunjungan ke KUA Pekanbaru Kota untuk melihat system operasional SIMKAH. (mus/vam)
