Siak (Inmas) – Dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kantor Kementerian Agama Kabupaten menggelar pengajian seputar hikmah tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw di Masjid Al-Fattah Siak, Rabu (04/05/16). Selain diikuti oleh Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Siak, kegiatan ini juga diikuti oleh Siswa/i MAN Siak, MTsN Siak dan MI Assyidiqiah Siak beserta Majelis Guru. selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Siak, Ketua MUI Kab. Siak, H. Sofwan Saleh, S.HI, Ketua IPHI Kab. Siak H.M. Syukur, S.HI, Ketua BP4 Kab. Siak H. Mukhlis, S.HI, Kepala KUA Kecamatan Se-Kabupaten Siak beserta undangan lainnya.
Menjelang tausyiah yang disampaikan oleh Drs. H. Muhammad Amin, M.Ag, panitia penyelenggara kegiatan terlebih dahulu mengumumkan pemenang KUA teladan dan Keluarga Sakinah Teladan Tahun 2016 yang telah terpilih melalui penilaian yang dilaksanakan oleh Tim penilai dari Kantor Kemenag Siak beberapa waktu yang lalu. Ada pun pemenang KUA teladan terbaik I adalah KUA Kecamatan Kandis atas nama Kamarizun, S.HI, terbaik II KUA Kecamatan Bunga Raya atas nama Ali Murtadho, S.Ag, dan terbaik III KUA Kecamatan Siak atas nama Heripurwanto, S.Ag. Sedangkan pemenang keluarga Sakinah Teladan 2016 terbaik I diraih oleh pasangan Pak H. Wagiman dan Hj. Sukarti dari Kecamatan Kandis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Siak Drs. H. Muharom usai menyerahkan Piala tersebut mengucapkan selamat kepada masing-masing KUA dan Keluarga Sakinah Teladan yang telah terpilih. Ia berharap kepada KUA dan Keluarga Sakinah yang telah meraih penilain terbaik I di tingkat Kabupaten Siak, bisa pula membawa nama Siak ke jenjang berikutnya yaitu ke tingkat Provinsi dan Nasional. Dalam sambutannya, Ia juga menyampaikan bahwa sebagai umat Islam Kita harus bisa memaknai perayaan Isra’ dan Mi’raj dengan cara mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu melaksanakan perintah Allah dengan mendirikan sholat dan selalau bersyukur kepada Allah.
Sementara Ustadz Drs. H. Muhammad Amin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW. Dari Makkah ke Bayt Al-Maqdis, kemudian naik ke Sidrat Al-Muntaha bahkan melampauinya serta kembali lagi ke makkah dalam waktu yang sangat singkat, merupakan tantangan terbesar sesudah Al-Qur’an diterima oleh Nabi Muhammad SAW.Peristiwa ini membuktikan bahwa ilmu dan Qudrat Allah SWT tidak terbatas.