Siak (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak menggelar acara dialog antar lembaga agama pada hari kamis (20/10/2016) di hotel Grand Royal Siak. Acara tersebut dihadiri oleh narasumber yang terdiri dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Siak Drs. H. Muharom, Ketua FKUB Kab. Siak DR. H. Narimin, selaku Sekretariat Pascasarjana UIN SUSKA Riau DR. Husni Thamrin, M.Si
Acara ini dihadiri 25 orang yang merupakan para tokoh agama yang ada di Kabupaten Siak dari setiap agama yang ada di Indonesia. Mulai dari ustadz, pendeta dan tokoh agama lainnya.
Dialog ini dimaksudkan untuk menegaskan tanggungjawab pemerintah dan pemerintah daerah dalam menjalankan urusan wajib, yaitu menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan Nasional termasuk kerukunan umat beragama serta keutuhan NKRI. Kemudian tujuan dialog ini bertujuan untuk memilihara kerukunan umat beragama, sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi pemecahan problem di dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terciptanya masyarakat yang agamis khususnya di Kabupaten Siak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Siak, Drs. H. Muharom, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa, beliau mengharapkan para tokoh agama menjadi panutan atau tuntunan bagi masyarakat dan bukan hanya menjadi tontonan bagi masyarakat. Apalagi konflik tentang agama selalu terjadi di lingkungan masyarakat. Tentu pada saat itu tokoh agama berperan penting untuk menjadi penengah konflik tersebut.
DR. H. Narimin selaku ketua FKUB Kab. Siak pada dialog kali ini menyampaikan tentang implementasi peraturan dan perundang-undangan tentang kerukunan umat beragama. Pada Materi yang ia sampaikan beliau menjelaskan isi dari peraturan dan perundang-undangan yang mengatur kerukunan umat dalam beragama.
Selanjutnya DR. Husni Thamrin, M.Si pada acara dialog tersebut menyampaikan tentang peran tokoh dan lembaga agama dalam merekat kerukunan antar pemeluk agama. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bagaimana perkembangan dan pemetaan agama yang ada di dunia. Kemudian ideologi-ideologi yang ada di dalam beragama dan konflik-konflik yang terjadi di negara lain dalam beragama. (Awl)