Siak (Inmas) โ Madrasah
Diniyah Takmiliyah Awaliyah merupakan sebuah sekolah non-formal yang berada
dalam naungan Kementerian Agama. Sekolah non-formal ini sudah lama dikenal
sebagai institusi pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia. Dan keberadaannya
masih eksis sampai sekarang. Khususnya di Kabupaten Siak, MDTA sangat di
Perhatikan oleh Pemerintah. Baik Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah.
Hal ini dibuktikan dengan beberapa bantuan yang telah digulirkan oleh
Pemerintah daerah, baik berupa bangunan gedung secara permanen maupun bantuan
untuk insentif guru pada Madrasah tersebut. Bahkan Ijazah yang diperoleh dari
MDTA merupakan salah satu Syarat untuk melanjutkan pendidikan kejenjang SMP.
Untuk mempertahankan
dan meningkatkat peran MDTA dalam menerapkan pendidikan keagamaan di seluruh
MDTA yang ada di Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Siak
Drs. H. Muharom Beserta Kasubbag Tata Usaha Drs. H. Nursya dan Kasi Pendis
Resman Junaidi, S.HI secara bertahap menyambangi Guru-guru yang diwakili oleh
Kepala MDTA di tiap Kecamatan untuk mengadakan pembinaan dan bimbingan pada
guru-guru MDTA. Dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Siak terdapat 285
Jumlah MDTA. Untuk bertatap muka dengan guru-guru MDTA tersebut, maka
dikumpulkan per rayon secara bertahap. Dimulai dari Kecamatan terdekat hingga
ke Kecamatan yang terjauh. Pada hari selasa kemarin (26/09/17) sebanyak 49
Kepala MDTA yang terdiri dari 3 Kecamatan yakni Siak, Mempura dan Bunga Raya
berkumpul di MDTA Syahabuddin untuk mendengarkan bimbingan dan Pembinaan dari
Kakankemenag Siak.
Dalam arahannya,
Kakankemenag Siak mengatakan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah diharapkan mampu
membenahi dan mampu mengembalikan keadaan karakter seorang anak bangsa ke
hal-hal yang positif. Seiring dengan perkembangan zaman akibat dari fasilitas
teknologi yang memadai, sehingga dengan mudahnya hal negative, seperti porno
grafi, narkoba, minuman keras, tawuran dan lain-lain sebagainya. Bila
pendidikan agama tidak dibentengi pada diri anak sejak dini, maka Pengaruh-pengaruh
negative tersebut diatas akan mudah ditiru dan dipraktekan oleh anak-anak
generasi penerus bangsa. โ Ungkap H. Muharomโ. (Awl)