0 menit baca 0 %

Kemenag Siak Beri Pembinaan Pada Guru MDTA

Ringkasan: Siak (Inmas) Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah merupakan sebuah sekolah non-formal yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Sekolah non-formal ini sudah lama dikenal sebagai institusi pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia. Dan keberadaannya masih eksis sampai sekarang.

Siak (Inmas) โ€“ Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah merupakan sebuah sekolah non-formal yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Sekolah non-formal ini sudah lama dikenal sebagai institusi pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia. Dan keberadaannya masih eksis sampai sekarang. Khususnya di Kabupaten Siak, MDTA sangat di Perhatikan oleh Pemerintah. Baik Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bantuan yang telah digulirkan oleh Pemerintah daerah, baik berupa bangunan gedung secara permanen maupun bantuan untuk insentif guru pada Madrasah tersebut. Bahkan Ijazah yang diperoleh dari MDTA merupakan salah satu Syarat untuk melanjutkan pendidikan kejenjang SMP.

Untuk mempertahankan dan meningkatkat peran MDTA dalam menerapkan pendidikan keagamaan di seluruh MDTA yang ada di Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Siak Drs. H. Muharom Beserta Kasubbag Tata Usaha Drs. H. Nursya dan Kasi Pendis Resman Junaidi, S.HI secara bertahap menyambangi Guru-guru yang diwakili oleh Kepala MDTA di tiap Kecamatan untuk mengadakan pembinaan dan bimbingan pada guru-guru MDTA. Dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Siak terdapat 285 Jumlah MDTA. Untuk bertatap muka dengan guru-guru MDTA tersebut, maka dikumpulkan per rayon secara bertahap. Dimulai dari Kecamatan terdekat hingga ke Kecamatan yang terjauh. Pada hari selasa kemarin (26/09/17) sebanyak 49 Kepala MDTA yang terdiri dari 3 Kecamatan yakni Siak, Mempura dan Bunga Raya berkumpul di MDTA Syahabuddin untuk mendengarkan bimbingan dan Pembinaan dari Kakankemenag Siak.

Dalam arahannya, Kakankemenag Siak mengatakan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah diharapkan mampu membenahi dan mampu mengembalikan keadaan karakter seorang anak bangsa ke hal-hal yang positif. Seiring dengan perkembangan zaman akibat dari fasilitas teknologi yang memadai, sehingga dengan mudahnya hal negative, seperti porno grafi, narkoba, minuman keras, tawuran dan lain-lain sebagainya. Bila pendidikan agama tidak dibentengi pada diri anak sejak dini, maka Pengaruh-pengaruh negative tersebut diatas akan mudah ditiru dan dipraktekan oleh anak-anak generasi penerus bangsa. โ€œ Ungkap H. Muharomโ€. (Awl)