Riau
(Inmas)- Kementerian Agama Provinsi Riau mendapatkan kuota 243 orang dalam
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Namun yang beruntung
diterima dan lulus seleksi hanya 238 orang peserta saja. Pada kuota CPNS
kemenag Riau tidak terdapat untuk diaspora dan kategori cumlaud karena kedua
kriteria tersebut difokuskan untuk pusat dan perguruan tinggi.
Kasubbag Ortapeg Kemenag Riau Drs H Kamarudin, mengatakan sesuai surat pengantar nomor : B-132/Kw.04.1/2/Kp.07.1/2/2019 berkas CPNS Kanwil Kemenag Riau telah diserahkan sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan Kemenag Pusat. Ditetapkan 238 berkas dengan kategori pelamar umum sebanyak 224 orang, 9 orang kategori pelamar dari Penyandang Disabilitas dan 5 orang kategori pelamar putra putri papua.
Adapun untuk putra putri Papua ini atas nama Mardani Fitra dari Pasaman, hadrafi Magfirah dari Kampar, Hafizhah dari Indragiri Hulu, Idea Indah Pirnama dari Indragiri Hilir dan Beni Bopindo dari Tanjung Jabung.
Lebih lanjut dikatakannya dari 238 CPNS yang lulus, formasi untuk guru
adalah yang terbanyak, sekitar 228 orang dan 10 orang lainnya untuk formasi JFT dan JFU. Ada tiga
kriteria pelamar dilingkungan Kemenag Riau untuk Rekrutmen CPNS Tahun 2019. Yaitu
Lategori pelamar umum, Putra putri Papua dan kategori Disabilitas.
“Berkas ini akan diusulkan oleh Kemenag pusat ke BKN untuk
penetapan NIP CPNS kita karena penerbitan SK berdasarkan persetujuan BKN”,
terangnya. “Insyallah penerbitan usul penetapan NIP ini sudah TMT 1 Maret 2019
mendatang”, ungkapnya.
Berikut
rinciannya : Untuk formasi guru kimia Ahli Pertama 1 orang, Guru Geografi ahli
pertama 5 orang, guru TIK Ahli pertama 4 orang, guru Alquran Hadits 4 orang,
Guru fiqih 11 orang, Guru Akidah Akhlak 6 orang, Guru Kelas Ahli pertama 18
orang, 27 orang untuk guru Matematika, 11 orang untuk guru sejarah, Guru IPA
Ahli Pertama 14 orang, guru IPS ahli pertama sebanyak 10 orang, 8 orang untuk
formasi Guru Seni Budaya, 3 orang untuk Guru Biologi ahli pertama, 2 orang guru
ekonomi ahli pertama.
Selanjutnya
6 orang untuk guru fisika ahli pertama, 1 orang pengelola kepegawaian, 2 orang
analis kepegawaian, 1 orang penyuluh agama, 4 orang Penghulu pertama, 1 orang
Pranata Komputer, 1 orang pengelola Pengadaan barjas, 10 Guru Bahasa Arab, 10
orang Guru Bimbingan Konseling, 10 orang guru Sejarah kebudayaan Islam, 18
orang guru PPKN, Guru Penjaskes 14 orang, guru kelas 2 orang, Guru Bahasa
Indonesia 1 orang, Guru Matematika ahli pertama 1 orang, guru sejarah ahli
pertama 1 orang, ungkap Ardimus merinci. (vera)