ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ungkap rahasia keberhasilan Muhammad SAW, baik sebagai manusia biasa maupun sebagai Nabi Utusan Allah, dalam acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1435 H, Senin (13/1/2014) bertempat di Mushalla MTsN Rambah Pasir Pengaraian.
Hadir dalam acara tersebut Kepala MTsN Rambah Akhiruddin SAg, Wakil Kepala Madrasah, Majelis guru, Kepala Tata Usaha dan Staf, Kepala MTs Swasta se Rohul, Kepala MIN Pasir Pengaraian, Kepala MTsN Kota Tengah, Kepala MAN Rambah, dan ratusan siswa/i MTsN Rambah Pasir Pengaraian.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, bahwa kepribadian dan keberhasilan Nabi Muhammad SAW mendapat pengakuan dari para ahli yang meneliti tentang Muhammad SAW, bahkan sejarawan Inggris Michael H Heart dalam bukunya seratus orang yang paling berpengaruh dalam sejarah, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai orang paling berpengaruh di dunia.
Keberhasilan yang mengagumkan itu, menurut Ahmad Supardi setidaknya dilatar belakangi oleg tiga hal pokok. Pertama, kepribadiannya yang tidak cengeng, menghadapi masalah secara jentlemen, menempuh hidup dengan perjuangan, dan tidak menyia-nyiakan waktu dan masa mudanya. Akibatnya, semua hari-harinya menjadai hari yang bermanfaat dan tidak ada yang terbuang percuma.
Kedua, Muhammad adalah seorang pedagang dan atau pengusaha yang sukses, karena sifat amanahnya yang luar biasa. Muhammad memiliki bakat dan naluri bisnis yang sangat tajam, dan itu beliau gunakan secara jujur, sehingga semua orang senang melakukan jual beli atau perdagangan dengannya.
Ketiga, Muhammad dibekali dengan pedoman utama yaitu Alqur’an yang beliau baca setiap saat, dan hampir tidak pernah terlepas dari mulutnya bacaan ayat-ayat suci Alqur’an. Beliau adalah orang yang paling memahami isi kandungan Alqur’an dan paling pandai menerapkan serta mengajarkannya.
Ahmad Supardi berpesan, jika anak-anak sekolah ingin meraih sukses seperti atau mendekati suksesnya Nabi Muhammad SAW maka harus memiliki tiga sifat utama, yaitu sebagai pekerja keras, menjadi pemuda yang bergerak dalam bidang bisnis/ wirausa, dan menjadi orang yang dekat serta berpedoman pada Alqur’an.***(Ash)