Kemenag Rohul Tinjau Pembangunan MTsN Rambah
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, tinjau pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar (RKB) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Rambah Kec Rambah, Senin (5/5/2014)bertempat di kampus MTsN Rambah, Kota Pasir Pengaraian. Dikatakannya, Kemenag Rohul memberikan perhatian penuh...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, tinjau pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar (RKB) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Rambah Kec Rambah, Senin (5/5/2014)bertempat di kampus MTsN Rambah, Kota Pasir Pengaraian.
Dikatakannya, Kemenag Rohul memberikan perhatian penuh dalam hal penyiapan sarana dan prasarana pendidikan madrasah, seperti pembangunan RKB, laboratorium, perpustakaan, dan lainnya, sehingga lembaga pendidikan Islam ini dapat memberikan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang digariskan oleh Kemenag Pusat.
Ahmad Supardi menyatakan, bahwa pembangunan madrasah saat ini, tidak sebanding dengan perkembangan kebutuhan dan minat masyarakat untuk masuk madrasah. “Keinginan masyarakat masuk madrasah sangat tinggi, sementara daya tampungnya rendah, akibatnya masyarakat tidak bisa sekolah di madrasah”.
Untuk itu, pihaknya akan berupaya secara terus menerus untuk mencarikan dana dalam rangka pembangunan madrasah, baik dari APBN, APBD, maupun dari masyarakat. Madrasah itu sumberdananya ada tiga, yaitu APBN, APBD, dan masyarakat. Ketiganya dapat diberdayakan untuk membangun madrasah, tegas Ahmad Supardi.
Menurut Ahmad Supardi lagi, ruh dari madrasah termasuk pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam pada umumnya adalah partisipasi masyarakat. Oleh karenanya, semua pihak dituntut untuk dapat memberikan support, motivasi, dan dorongan, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi membangun madrasah.
“Janganlah partisipasi masyarakat ini kita tolak dan kita kritik habis-habisan, sebab bisa menurunkan semangat masyarakat untuk berpartisipasi. Partisipasi masyarakat ini harus kita dukung bersama, sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah”, tegas Ahmad Supardi
Dikatakannya, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan Islam lainnya, dimana saja, baik di Rohul maupun di daerah lainnya di seluruh Indonesia, adalah dibangun dan dikembangkan atas dasar partisipasi masyarakat, baik berupa zakat, infaq, maupun shadaqah.
Makanya kita tidak perlu heran, kenapa madrasah swasta jauh lebih banyak dibandingkan dengan madrasah Negeri. Di Rohul saja terdapat 87 madrasah, dengan rincian 22 RA, 13 MI, 38 MTs, dan 14 MA. Dari 87 madrasah tersebut, yang negeri hanya 7, sedangkan 80 lainnya adalah swasta, tandas Ahmad Supardi.***(Ash)