Kemenag Rohul Terapkan Pendidikan Karakter Bangsa pada Siswa
Ringkasan:
Rokan Hulu (Rohul)- Kantor Kementerian Agama (Kan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerapkan pendidikan karakter bangsa dengan pendekatan agama pada semua madrasah dan sekolah se Kabupaten Rohul. Untuk itu, sebagai langkah awal Kemenag Rohul menggelar Workshop yang diikuti oleh sekitar 50 oran...
Rokan Hulu (Rohul)- Kantor Kementerian Agama (Kan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerapkan pendidikan karakter bangsa dengan pendekatan agama pada semua madrasah dan sekolah se Kabupaten Rohul. Untuk itu, sebagai langkah awal Kemenag Rohul menggelar Workshop yang diikuti oleh sekitar 50 orang guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah umum di Aula Kankemenag Rohul, pada 17 Maret 2011 kemarin.
Kepala Kankemenag Kabupaten Rohul, Drs H Ahmad Supardi MA, saat membuka acara Workshop Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se Rohul, mengatakan, pendidikan karakter bangsa ini, dilakukan tanpa menambha mata pelajaran khusus, tapi cukup dengan memasukkannya dalam setiap mata pelajaran, khususnya pelajaran agama Islam.
Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi oleh bangsa saat ini adalah hilangnya karakter bangsa Indonesia yang dikenal dunia internasional sebagai bangsa yang santun, toleran, rukun, penyayang dan agamis. Namun, karakter bangsa tersebut telah mengendur ketitik nadi yang mengkhawatirkan. Hal tersebut terlihat dimana persoalan kecil dapat memicu perkelahian massal antar sesama warga masyarakat. Masalah kecil saja masyarakat sudah bisa membakar fasilitas pelayanan masyarakat, main hakim sendiri, bahkan tega membunuh sesama.
"Untuk itu, pendidikan karakter sangat penting sebagai implementasi dari kebijakan nasional seperti yang tertuang dalam Inpres nomor 1 tahun 2000 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional," tegas Ahmad.
Leih lanjut ia mengatakan, dalam inpres tersebut mengamanatkan agar setiap satuan pendidikan harus membiasakan prilaku akhlak mulia oleh setiap komponen yang ada di sekolah dan madrasah. Adapun prilaku akhlaka mulia tersebut meliputi, jujur, cerdas, tangguh, peduli, kompetitif, bermoral, toleran, gotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, berorientasi iptek, berdasarkan pancasila dan dijiwai oleh imtaq.
Membiasakan prilaku akhlak mulia dapat dilakukan dengan membaca al- quran setiap pergi dan akan pulang, shalat sunnat dhuha, puasa sunat senin kamis, menghafal ayat al- quran, membiasakan menebar salam, mencintai lingkungan dengan melakukan green school, dan kegiatan positif lainnya.
Terkait dengan penerapan pendidikan karakter bangsa, ahmad menegaskan, akan dilakukan pemantauan langsung oleh Ka Kankemenag dan perangkatnya pada semua madrasah dan sekolah. Selain akan dilakukan evaluasi secara berkala dengan mengkoordinasikannya dengan pihak terkait.
"Dengan ini kita harapkan karakter bangsa kedepan akan semakin baik, harga diri serta marwah bangsa akan lebih diperhitungkan dunia internasional dimasa mendatang. Sehingga kedepan, bangsa kita dapat menemukan kembali jati dirinya," pungkasnya. (msd)