ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa Para ulama berbeda pendapat tentang kapan datangnya malam Lailatul Qadar. Ada yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar hanya datang sekali saja yaitu saat diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan malaikat Jibril dan tidak akan pernah datang lagi.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang pakar Hadits yang bernama Ibnu Hajar, namun pendapat ini ditolak oleh kebanyakan ulama dengan berpegang pada ayat Al-Qur’an dan sekian banyak teks Al-Hadits Rasulullah SAW.
Mayoritas Ulama berpendapat bahwa datangnya Lailatul Qadar adalah setiap tahun sebab Nabi selalu menunggu kehadirannya dan menghimbau ummatnya untuk menanti kedatangannya pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan.
Pendapat yang terakhir inipun berbeda-beda dalam hal tanggal kedatangannya. Ada yang berpendapat pada malam tanggal 27 Ramadhan, ada pula yang berpendapat malam tanggal 21, ada juga yang berpendapat tanggal 23, tanggal 25, dan tanggal 29. Ada juga yang berpendapat tanggal kedatangannya bergatian antara tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29, namun pendapat kebanyakan ulama adalah datangnya pada malam 27 Ramadhan.
Hal ini sebagaimana diceritakan bahwa Abu Yazid al-Bustami : “Aku menyaksikan/melihat Lailatul Qadar hanya 2 kali sepanjang usiaku, yaitu tepatnya pada malam tanggal 27 Ramadhan”. Penyusun kitab Haqaiqul Hanafi menjelaskan bahwa : “ Huruf Lailatul Qadar itu adalah 9 buah lafazd Lailatul Qadar itu dituturkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an sebanyak 3 kali, jadi kalau digabung 9 x 3 maka menjadi 27. Jadi jatuhnya pada malam 27 bulan Ramadhan.
Namun karena adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang kehadiran malam Lailatul Qadar itu, maka saya lebih cenderung untuk menyatakan bahwa jatuhnya pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramadhan, sebab Nabi selalu menanti kehadirannya pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ramaadhan.
Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Provinsi Riau ini, mengharapkan agar seluruh umat Islam menunggu kedatangan malam yang mulia dan istimewa ini, dengan memperbanyak ibadah, zikir, dan doa kepada Allah SWT, khususnya pada malam-malam ganjil sepuluh yang terakhir daripada bulan Ra madhan.*Ash*