0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Tentang Sebab Diturunkannya Malam Lailatul Qadar

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa di dalam kitab Sananiyah Ibnu Abbas r.a. berkata : Malaikat Jibril as. Di sisi Nabi SAW, menuturkan seorang hamba yang bernama Syam’un Al-Qhaazi (seorang ahli perang).


ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa di dalam kitab Sananiyah Ibnu Abbas r.a. berkata : Malaikat Jibril as. Di sisi Nabi SAW, menuturkan seorang hamba yang bernama Syam’un Al-Qhaazi (seorang ahli perang). Dia memerangi orang-orang kafir selama 1000 (seribu) bulan. Senjata yang dipergunakannya hanyalah tulang rahang unta belaka, lain tidak.


Bila tulang itu dipukulkan kepada musuhnya (orang-orang kafir), banyak sekalilah mereka yang mati. Memang tulang itu ajaib sekali. Apabila Syam’un dahaga, dari tempat gigi tulang itu keluar air tawar lalu diminumnya. Dan bila ia lapar, tulang itu keluar (tumbuh) dagingnya lalu dimakannya.


Syam’un berperang dan makan minum dengan daging dan air dari tulang itu lamanya hingga 1000 bulan atau 83 tahun lebih 4 bulan. Orang-orang kafir merasa tak mampu mengalahkannya, karenanya ada sebagian mereka yang menjumpai isterinya. Isteri Syam’un kebetulan termasuk orang kafir.

Meraka berkata, Hai Nyonya Syam’un, bila engkau dapat membunuh suamimu maka kamipun akan memberimu hadiah harta yang amat banyak. Isteri syam’unpun tergiur dengan bujukan itu maka iapun mencoba mengikat suaminya, pertama dengan  dengan tali namun tidak  mempan, kemudian dengan rantai besi dan itupun tidak mempan, lalu diikat dengan rambutnya (Syam’un) sesuai dengan petunjuk Syam’un sendiri. Akhirnya Syam’unpun terikat dan disiksa oleh orang-orang kafir.


Tiada berapa lama kemudian datanglah firman Allah SWT kepadanya : “Hai Syam’un, hal apa sajakah yang kau kehendaki terhadap orang-orang kafir itu, Aku akan melaksanakannya”. Syam’un berkata : “Ya Tuhan, hamba bermohon, berilah hamba kekuatan untuk menggerakkan tiang-tiang ini, biar rumah ini roboh dan reruntuhannya menimpa mereka hingga mati”.


Permohonan Syam’un dikabulkan, sehingga ia dapat merobohkan gedung tempat ia diikat itu. Gedungpun roboh dan orang-orang kafir termasuk isterinyapun tertimpa reruntuhan bangunan dan akhirnya matilah semuanya. Sehabis itu, Syam’unpun beribadah kepada Allah SWT selama 1000 bulan dengan siangnya berpuasa dan malamnya sholat, berzikir, beribadah dan lain sebagainya.

Mendengar cerita itu para sahabatpun menangis, karena mereka rindu ingin beramal seperti itu, tapi kiranya tak akan mampu. Dan karena itu mereka bertanya kepada Nabi : “Ya Rasulullah, adakah Rasul tahu pahalanya ?” Jawab Rasulullah : “Aku tak tahu”. Maka  Malaikat Jibril as, menyampaikan wahyu Allah SWT tentang malam Lailatul Qadar dan keutamannya yang lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana yang dilakukan oleh Syam’un.*Ash*