0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Tentang Penyebutan Malam Lailatul Qadar

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang oleh Al-Qur’an disebutkan “lebih baik dari seribu bulan”. Malam ini hanya terjadi sekali dalam setahun yaitu pada bulan Ramadhan dan salah satu kemuliaan bulan Ramadhan adalah karena terdapatnya malam yang istimewa...


ROKAN HULU (KEMENAG) Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang oleh Al-Qur’an disebutkan “lebih baik dari seribu bulan”. Malam  ini  hanya terjadi sekali dalam setahun yaitu pada bulan Ramadhan dan salah satu kemuliaan bulan Ramadhan adalah karena terdapatnya malam yang istimewa ini di dalamnya.


Oleh karena itulah maka malam yang mulia ini adalah merupakan malam yang selalu  ditunggu-tunggu kehadirannya oleh  ummat Islam di seantero dunia  dengan penuh antusias, bagaikan menunggu kedatangan seorang Raja atau tamu istimewa.


Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan komentar tentang Malam istimewa yang selalu ditunggu kedatangannya ini oleh seluruh umat Islam di mana sajapun berada.

Dikatakannya, penyebutan malam Lailatul Qadar (Al-Qadar) adalah disebabkan beberapa hal, yaitu :

Pertama, Malam itu adalah merupakan malam penetapan  Allah bagi perjalanan hidup ummat manusia sebagaimana dapat dipahami dari firman Allah : “Pada malam itu, dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (Q.S. Ad-Dukhan : 4), dalam memahami ayat ini ada pula ulama yang memahami penetapan itu dalam batas satu tahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam Lailatul Qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan starategi bagi NabiNya Muhammad SAW, guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalan sejarah ummat manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.


Kedua, Malam itu adalah malam kemuliaan, malam mulia yang tidak ada bandingnya. Ia mulia karena ia malam yang terpilih turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Ketiga, Malam itu adalah malam yang sangat sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an : “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (jIbril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Provinsi Riau ini, mengharapkan agar seluruh umat Islam menunggu kedatangan malam yang mulia dan istimewa ini, dengan memperbanyak ibadah, zikir, dan doa kepada Allah SWT.*Ash*