Kemenag Rohul Taja Halal bi Halal
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Dalam rangka menjalin hubungan silaturrahim yang lebih erat lagi dari tahun-tahun sebelumnya, sekaligus bermaaf-maafan atas segala dosa dan kesalahan antar sesame pegawai, maka kantor Kemenag Rohul taja Halal bi Halal, Rabu (22/7/2015) bertempat di aula Kemenag Rohul, Kota Pasir...
ROKAN HULU (KEMENAG) Dalam rangka menjalin hubungan silaturrahim yang lebih erat lagi dari tahun-tahun sebelumnya, sekaligus bermaaf-maafan atas segala dosa dan kesalahan antar sesame pegawai, maka kantor Kemenag Rohul taja Halal bi Halal, Rabu (22/7/2015) bertempat di aula Kemenag Rohul, Kota Pasir Pengaraian.
Acara Halal bi Halal tersebut diisi dengan acara bersalam-salaman antara sesame pegawai dan pejabat, karena disadari bahwa selama ini dalam hubungan sehari-hari, pastilah ada kekeliruan, kesalahan, dan bahkan ketersinggungan. Untuk itu, maka antar satu pegawai dengan pegawai lainnya saling meminta maaf dan memaafkan.
Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasubbag Tata Usaha Drs H Zulkifli Syarif MPdI, Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, Kasi Bimas Islam H Rusli SAg MSy, Kasi Haji dan Umrah H Elfalisman SAg, Kasi Penyelenggara Syariah Drs H Martillevi Saleh MSy, Penyelenggara Bimas Kristen Jernih Simatupang, dan karyawan/ti Kemenag Rohul lainnya.
Ahmad Supardi Hasibuan dalam sambutan pengarahannya, menyatakan bahwa manusia dalam interaksi sosialnya bersama orang lain, pastilah mengalami gesekan dan bahkan benturan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, sehingga menimbulkan ketidak senangan dan bahkan mengganggu kenyamanan orang lain.
Lebih dari itu, dirinya mengakui bahwa terkadang ada kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan, yang itu menyebabkan ketidak nyamanan dari para keryawan, sekalipun kebijakan itu dimaksudkan untuk kemaslahatan dan perbaikan kinerja kantor, namun tetap menimbulkan ketidak nyamanan dari sebahagian yang lain.
Untuk itu, Ahmad Supardi, baik secara pribadi, keluarga, dan Kepala Kantor Kemenag Rohul, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, sambil menyatakan bahwa kalau ada kesalahan karyawan kepada dirinya, maka hal itu telah dimaafkannya terlebih dahulu, sebab ajaran agama kita mengajarkan memberi maaf.
Sementara itu Alustadz H Akhiruddin SAg, yang didaulat selaku penceramah Halal bi Halal, menyatakan bahwa ajaran agama Islam mengajarkan berbuat yang terbaik dalam segala hal kehidupan. Untuk mendapatkan ini, maka salah satu syaratnya adalah kesediaan dan membuka pintu maaf yang selebar-lebarnya bagi orang lain.
Menurutnya, ajaran agama Islam dan bahkan salah satu kunci keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan agama Islam, adalah terletak pada keteladanannya dalam memberikan maaf kepada orang lain. sejarah mencatat bahwa, sekalipun orang lain meludahinya, namun beliau tetap memaafkannya.***(Ash)