0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Taja Diklat Validasi Data Emis

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan operator data Education Manajement Information System (EMIS) sekaligus meningkatkan validasi data madrasah di lingkungan Kemenag Rohul, maka kantor Kemenag Rohul taja diklat Validasi Data Emis, pada tanggal 22 s/d 23 April 2014, ber...

ROKAN HULU (KEMENAG) Dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan operator data Education Manajement Information System (EMIS) sekaligus meningkatkan validasi data madrasah di lingkungan Kemenag Rohul, maka kantor Kemenag Rohul taja diklat Validasi Data Emis, pada tanggal 22 s/d 23 April 2014, bertempat di aula Kemenag Rohul, Kota Pasir Pengaraian.

Diklat Validasi data Emis tersebut diikuti 80 orang peserta, terdiri dari Staf Tata Usaha Raudhatul Athfal (RA), MI, MTs, dan MA se Rohul, dibawah bimbingan Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy dan Kepala Operator Data Emis Ibu Asih Kurniawaty.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan, diklat ini sangat penting dalam rangka penyusunan program, kegiatan, dan anggaran pada tahun 2015 yang akan datang, sebab program, kegiatan, dan anggaran yang baik adalah didasarkan pada data dukung yang valid.

Dikatakannya, data yang tidak valid akan menyebabkan program, kegiatan, dan anggaran tidak tepat sasaran. Terkadang tersedia sejumlah Anggaran, tetapi karena tidak ditunjang oleh data yang valid maka anggaran tersebut tidak bisa dibayarkan ataupun dibelanjakan.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, persoalan yang kita hadapi selama ini, antara lain adalah data tidak tersedi tepat waktu sehingga tak dapat digunakan. Kemudian akurasi data dipertanyakan, sehingga ketika dilakukan pembayaran, maka tidak sesuai dengan data yang tersedia.

Yang paling memprihatinkan adalah data sering berubah-rubah, sebab hanya dibuat berdasarkan perkiraan (data tembak), sehingga kita kesulitan menjadikannya sebagai bahan untuk pengusulan program, kegiatan, dan anggaran. Akibatnya, terjadi pemborosan dan bahkan kekurangan anggaran.

Untuk itu, Ahmad Supardi berharap agar para operator EMIS pada semua madrasah, dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sebab penyusunan program, kegiatan, dan bahkan anggaran saat ini, sangat ditentukan oleh akurasi data yang diberikan oleh masing-masing madrasah.***(Ash)