0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Serahkan SK 180 Penyuluh Agama

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan 180 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Penyuluh Agama Islam Non PNS se Rohul, yang selama ini aktif memberikan penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan, Jum’at (14/3/2014) bertempat di Hotel Netra, Ujungbatu.

ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan 180 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Penyuluh Agama Islam Non PNS se Rohul, yang selama ini aktif memberikan penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan, Jum’at (14/3/2014) bertempat di Hotel Netra, Ujungbatu.

Penyerahan SK tersebut dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, anggota DPRD Riau H Rusli Efendy SPdI, SE, MSi, Kepala KUA Kec se Rohul, Kepala Madrasah MI, MTs, MA, Pondok Pesantren se Rohul, 40 orang Instruktur Manasik Haji se Rohul, dan pejabat teras Kemenag Rohul.

Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, 180 Penyuluh Agama Islam ini  bertugas satu orang setiap desa dan kelurahan se Rohul. Hal ini berarti bahwa Kemenag Rohul telah mempunyai ujung tombak di lapangan atau di tingkat akar rumput, untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan bahkan pencerahan bagi masyarakat.

Saya berharap agar 180 penyuluh agama islam ini dapat berperan aktif membina, membimbing, dan melayani masyarakat, sebab anda semua adalah duta-duta Kemenag di lapangan.

Jangan sampai kepercayaan ini dikhianati, sebab hal ini dapat menimbulkan masalah dan ketidak percayaan masyarakat di lapangan, tegasnya.

Para penyuluh agama islam ini, dibebani tugas utama mensukseskan program magrib mengaji yang telah dicanangkan dua tahun yang lalu, serta program menghafal Alqur’an. Termasuk juga mensukseskan gerakan memakmurkan masjid, gerakan sadar zakat, dan termasuk gerakan sadar wakaf.

Untuk menunjang biaya pelaksanaan dari tugas dan tanggungjawab ini, Kemenag Rohul baru dapat menyiapkan honorarium sebanyak Rp 3, 6 juta setiap tahunnya. Pihaknya menyadari bahwa honorarium ini masih jauh dari mencukupi, namun baru hal inilah yang dilakukan, tandas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi berharap, ke depan Pemerintah Daerah Rohul dapat juga membantu biaya operasional para penyuluh agama Islam ini, sebab mereka ini bertugas dan melaksanakan hal-hal penting dan prinsip yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti melayani fardhu kifayah, dan sebagainya.

Untuk itu, menurut Ahmad Supardi, tidak usah melihat dari berapa jumlah uang yang bias diberikan oleh Kemenag Rohul, tetapi lihatlah perhatian, kerjasama, silaturrahim, dan motivasinya, sehingga semuanya dapat dilaksanakan secara ikhlas.

Salah satu kehebatan, kelebihan dan kunci sukses para tokoh agama adalah terletak pada keikhlasannya, papar Ahmad Supardi.***(Ash)