Rokan Hulu (Inmas) – Melihat kondisi kesejahteraan guru honor yang ada di Rokan Hulu (Rohul) membuat miris hati Kepala kantor (Kakan) kementerian Agama (Kemenag) Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Dirinya mengaku selalu meneteskan Air mata, bila melihat kesejahteraan guru honor yang dibawah naungan pihaknya. Bagaimana tidak, honor dari guru bantu atau bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih dibawah kata sejahtera atau masih jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rohul.
Ia menambahakan, honor guru bantu yang ada di bawah naungan kemenag tersebut masih jauh dari kata sejahtera. Dimana, guru bantu tersebut mendapat honor dari sekolah hanya sekira Rp.300 ribu setiap bulanya melalui dan Oprasional sekolah (Bos) tergantung dari masing masing sekolahnya.
“Paling tinggi sekolah yang sudah banyak muridnya bisa memberikan honor kepada para guru sekira Rp.500 ribu. Tentu masih jauh dari kata sejahtera,” katanya, Jumat (11/12) bertempat di kantornya, Jalan Ikhlas, Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.
Untuk menambah kesejahteraan guru bantu pihaknya hanya bisa memberikan uang transport sebesar Rp.250 ribu perbulanya. Namun dana tersebut baru bisa dicairkan tiga bulan sekali.
Lebih lanjut dijelaskannya, jika ditambahkan honor dari pihak sekolah dan transport dari Kemenag masih dibawah Rp.1 juta yakni sekitar Rp. 600 ribu. Hal tersebut masih jauh dari UMK Rohul yang saat ini telah mencapai sekira Rp.2 juta.
Supardi menjelaskan, pihak pemkab sudah memperhatikan kesejahteraan guru bantu atau honor. Dengan memberikan dana hibah kepada kemenag Rohul untuk pembayaran gaji setiap gurunya sebesar Rp. 500 ribu setiap bulanya.
Namun pencairan dana tersebut baru bisa dicairkan enam bulan sekali. Tetapi dana hibah tersebut sangat membantu kesejahteraan para guru. Walaupun jumlahnya bila digabungkan secara keseluruhan baik dari sekolah, kemenag maupun pemkab masih jauh dibawah UMK.
Walaupun masih jauh dari UMK. Supardi hanya bisa memberikan semangat kepada para guru honor. Untuk bisa memberikan ilmunya kepada generasi muda dengan ikhlas dan dijadikan ibadah setiap menjalankan proses mengajar.
Pihaknya, akan terus memperjuangkan kesejahteraan para guru honor. Sehingga tidak ada lagi guru honor yang jauh dari kata sejahtera.
“Dirinya berharap, bantuan dana hibah bagi guru bisa dilanjutkan setiap tahunnya. Paling tidak dengan adanya bantuan hibah tersebut bisa memberikan semangat bagi para guru,” harapnya.
Keluhan dari kakan kemenag tersebut langsung dijawab oleh Bupati Rohul Drs H Achmad MSi Dimana, pemkab akan menaikan honor guru bantu tersebut sebesar Rp.500 ribu. Dengan demikian guru bantu akan mendapatkan setiap bulanya Rp.1 juta untuk 2016.
Ia menambahakan, pekerjaan seorang guru itu merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Untuk itulah kesejahteraan guru bantu tersebut perlu diperhatikan, dengan cara memberikan honor yang pantas.
“Kita akan perjuangkan nasib para guru honor ini, karna tugasnya sangat mulia. Yang menjadikan generasi muda kita menjadi pintar dan berakhlak mulia. Insaallah pada 2016 mendatang kita akan berikan honor guru bantu tersebut menjadi Rp1 juta,” pungkasnya.[Ash]
*edit by diah