0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul : Ponpes Relevan Masa Dulu, Masa Kini, dan Masa Mendatang

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Sistem Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) adalah system pendidikan tertua di Indonesia, yang relevan pada masa dahulu, relevan pada masa kini, dan relevan pada masa mendatang. Makanya tidak perlu heran jika system pendidikan di Ponpes banyak diadovsi oleh system pendidikan mod...


ROKAN HULU (KEMENAG) Sistem Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) adalah system pendidikan tertua di Indonesia, yang relevan pada masa dahulu, relevan pada masa kini, dan relevan pada masa mendatang. Makanya tidak perlu heran jika system pendidikan di Ponpes banyak diadovsi oleh system pendidikan modern.


Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan pengarahan pada Pekan Perkenalan Khuthbatul Arsy Pondok Pesantren Modern Raudhatus Salam Mahato Kec Tambusai Utara, Selasa (9/9/2014) bertempat di kampus Ponpes tersebut.


Hadir dalam acara tersebut Camat Tambusai Utara yang diwakili oleh Sekcam Bahrum S Sos, Kades Mahato Jaman, Pembina Yayasan Al-Fajar Hajrul Aswad Ritonga, H Fajar Nasution, Hj Sumiati, Ketua Yayasan Evan Elon Nasution SH, Pimpinan Ponpes KH Indrawan Fahlimi.


Hadir juga tokoh agama H Sodikin, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, para majelis ustadz/ustadzah, ratusan orang tua santri yang datang dari berbagai daerah baik dari Riau, Sumatera Utara maupun yang lainnya, ratusan santri/wati yang belajar di Ponpes Raudhatus Salam Mahato, dan ratusan umat Islam lainnya.


Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut mengatakan, system pendidikan Ponpes saat ini banyak diadovsi oleh system pendidikan yang menamakan dirinya pendidikan internasional, seperti boarding school atau asrama. Semua ponpes menggunakan boarding school dan ini diadovsi oleh orang lain.

Selain itu, itu penggunaan bahasa internasional di Ponpes seperti bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Semua mata pelajaran di Ponpes justru memakai kitab yang berbahasa Arab yang dikenal dengan kitab kuning. Sistem ini juga diadovsi oleh sistem pendidikan modern dengan menggunakan bahasa internasional di sekolah mereka.       


Pendidikan Ponpes masing-masing memiliki karakter khusus, sehingga outputnya juga memiliki keterampilan dan karakter tersendiri, makanya tidak perlu heran jika kurikulum antara satu Ponpes dengan Ponpes lain itu berbeda. Sistem ini juga diadovsi oleh system pendidikan yang menamakan dirinya sekolah internasional.


Ahmad Supardi juga mengatakan bahwa Ponpes adalah pusat kaderisasi ulama dan calon pemimpin umat. Kehadiran anak-anak Ponpes sangat ditunggu dan bahkan dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, para santri harus meningkatkan ilmu pengetahuan, belajar keras, kreatif, inovatif, dan pengembangan diri, sebab hal ini adalah modal utama memimpin umat.***(Ash)