Kemenag Rohul Pimpin Doa Peringatan Hari Otonomi Daerah
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada acara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 20 Tingkat Kab Rohul, Senin (25/4/2016), bertempat di halaman kantor Bupati Rohul, Kota Pasir Pengaraian.
ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada acara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 20 Tingkat Kab Rohul, Senin (25/4/2016), bertempat di halaman kantor Bupati Rohul, Kota Pasir Pengaraian.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Rohul H Suparman SSos MSi, Wakil BUpati H Sukiman, Pimpinan Forkopimda Kab Rohul, Ketua LAMR Rohul Drs HT Rafli Armen, Sekda Ir Damri, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, para Staf Ahli Bupati Rohul, para Asisten, Kepala Badan/Dinas/Kantor, dan Camat di lingkungan Pemkab Rohul.
Ahmad Supardi Hasibuan dalam doanya, menyampaikan rasa syukur yang tiada terhingga, atas berbagai nikmat karunia yang Allah berikan kepada umat manusia, salah satunya adalah diberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga dapat melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 20 Tingkat Kab Rohul, dengan lancer, aman, dan tertib.
Ahmad Supardi memohon kepada Allah SWT, kiranya acara peringatan hari otonomi daerah ini mendapatkan limpahan berkah, rahmat, dan ridhaNya, sebab acara ini pada hakikatnya dimaksudkan untuk meningkatkan silaturrahim, ukhuwah islamiyah, persatuan dan kesatuan.
Ahmad Supardi juga tak lupa mendoakan seluruh pegawai, kiranya diberikan kesehatan, kekuatan, dan pertolongan, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, untuk selanjutnya dapat memacu dan memicu percepatan pembangunan di segala bidang, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Baldatun Thoyyibatumn wa Robbun Ghofur.
Ahmad Supardi menutup doa, dengan pengakuan tulus yang datang dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa semua yang hadir pastilah pernah berbuat kekeliruan, kesalahan, pekerjaan maksiat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan bahkan pernah berbuat kealfaan.
Untuk itu pinta Ahmad Supardi, “Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami ya Allah, dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami, dan dosa, kesalahan, serta kealfaan para pendahulu kami, sebab tanpa ampunanMu tak mungkin kami menghapus dosa yang kami perbuat.”***(Ash)