ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada acara Gelar Pasukan Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (PP) ke 64 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 52 Tingkat Provinsi Riau di Kab Rohul Tahun 2014, Sabtu (22/3/2014), bertempat di Jalan Lingkar, Pasir Pengaraian.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau H Annas Maamun yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Riau H Zaini Ismail, DANREM Pekanbaru, KAPOLDA Riau, Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Ketua PKK Hj Magdalisni Achmad, Kejari Rohul H Syafiruddin SH, Kapolres Rohul, Wakil Bupati/Walikota se Riau.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kepala Satpol PP Prov Riau Noverius SH, Ketua LAMR Rohul Drs HT Rafli Armen, Sekda Ir Damri, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, para Staf Ahli Bupati Rohul, para Asisten, Kepala Badan/Dinas/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul.
Tampak hadir juga Camat se Rohul, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh adat, Kepala Desa/Lurah, Ketua RT, Ketua RW, Pegawai Pemkab, ditambah dengan ribuan anggota SATPOL PP dan Anggota SATLINMAS yang datang dari 12 Kab/Kota se Provinsi Riauasyarakat Rohul, ditambah dengan komponen masyarakat Rohul lainnya.
Ahmad Supardi Hasibuan dalam doanya, menyampaikan rasa syukur yang tiada terhingga, atas berbagai nikmat karunia yang Allah berikan kepada umat manusia, salah satunya adalah diberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga dapat melaksanakan kegiatan Gelar Pasukan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (PP) ke 64 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 52 Tingkat Provinsi Riau di Kab Rohul Tahun 2014.
Ahmad Supardi memohon kepada Allah SWT, kiranya acara Gelar pasukan, dapat berjalan dengan lancar, sebab acara ini pada hakikatnya dimaksudkan untuk meningkatkan silaturrahim, ukhuwah islamiyah, persatuan dan kesatuan, antara Satpol PP, Satlinmas dengan masyarakat, sehingga dapat mengamankan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Wakil Presiden yang akan datang.
Ahmad Supardi menutup doa, dengan pengakuan tulus yang datang dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa semua yang hadir pastilah pernah berbuat kekeliruan, kesalahan, pekerjaan maksiat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan bahkan pernah berbuat kealfaan.
Untuk itu pinta Ahmad Supardi, “Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami ya Allah, dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami, dan dosa, kesalahan, serta kealfaan para pendahulu kami, sebab tanpa ampunanMu tak mungkin kami menghapus dosa yang kami perbuat.”***(Ash)