Rokan Hulu (Humas) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, lakukan monitoring terhadap pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di SD 02, SD 05, dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ihsaniyah Kec Rambah Hilir, Rabu (20/5) bertempat di Muara Rumbai, Kec Rambah Hilir.
Berdasarkan pantauannya di lapangan, bahwa peserta Ujian Sekolah dikuti sebanyak 77 orang, dengan perincian SD 02 sebanyak 46 orang, SD 05 sebanyak 15 orang dan MIS Darul Ihsaniyah sebanyak 16 orang, dan semuanya hadir dan dapat mengikuti ujian hari ketiga dengan baik, dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) setelah sebelumnya (hari pertama) mengikuti Ujian Sekolah dengan materi Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, dan terakhir hari ini IPA.
Kakan Kemenag Rohul mengatakan bahwa berdasarkan pantauannya langsung di lapangan, Ujian Sekolah berjalan aman, tertib, dan sukses. Para pengawas dengan system silang dari sekolah lain, semuanya datang dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Ujian Sekolah pada tiga sekolah ini, diawasi juga secara khusus oleh Unit Pelaksana Teknis Dikpora (UPTD) Rambah Hilir, dengan menugaskan seorang petugas khusus, Rosmawaty SPd, yang bertanggungjawab atas suksesnya Ujian Sekolah pada SD 02, SD 05 dan MIS Darul Ihsaniyah.
Kepala SD 02 Syamsul Bahri, melaporkan, bahwa 77 peserta dari 3 sekolah, semuanya hadir, sejak Ujian Sekolah hari pertama sampai dengan hari ketiga, tidak ada ditemukan kendala dalam pelaksanaan Ujian Sekolah. Sementara Kepala SD 05 Syaiful Hamdi dan Kepala MIS Darul Ihsaniyah Siti Mutiah mengatakan, bahwa kedua sekolah ini setiap tahun bergabung dengan SD 02 dalam penyelenggaraan US.
Ahmad Supardi Hasibuan, yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Provinsi Riau ini, memuji kerjasama yang dilakukan oleh Kepala SD 02, SD 05 dan MIS Darul Ihsaniyah, sebab kebersamaan dan sinergi sangat diperlukan untuk mendongkrak kualitas pendidikan.
"Jangan sampai gara-gara ego sektoral, kepentingan sesaat, dan apalagi kepentingan kelompok, menyebabkan renggangnya hubungan silaturrahim, sehingga pendidikan kita terseok-seok di tengah jalan. Pendidikan ini adalah investasi masa depan, sehingga perlu kerja keras dari semua pihak untuk memperbaikinya",ungkap Ahmad Supardi. (Ash)
*edit by diah