0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Minta Umat Jangan Saling Mengkafirkan

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan kepada seluruh Pengurus Forum Komunikasi Ulama, Cendikiawan, dan Tokoh Adat (FK UMAT) Kab Rohul, agar para tokoh agama tidak mudah mengkafirkan dan atau menyata...

Rokan Hulu (Inmas) - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan kepada seluruh Pengurus Forum Komunikasi Ulama, Cendikiawan, dan Tokoh Adat (FK UMAT) Kab Rohul, agar para tokoh agama tidak mudah mengkafirkan dan atau menyataklan orang lain sesat, tanpa alasan yang bisa dibenarkan oleh Syariat Islam.

Berdasarkan realitas di lapangan saat ini, ada kecenderungan di tengah-tengah umat, saling mengkafirkan antara satu sama lain (Takfiri), yang didahului dengan pernyataan bahwa amalan tertentu adalah bid’ah, sedangkan bid’ah adalah sesat, dan setiap bid’ah pasti masuk neraka.

Padahal amalan tersebut telah menjadi amalan yang telah mapan di tengah-tengah umat, dimana keberadaannyapun dipelopori oleh para ulama terdahulu, dan tidak ada satupun ulama yang menyalahkannya. Tiba-tiba sekarang, amalan tersebut diponnis sesat dan bahkan menyesatkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, ketika mengikuti Rapat bulanan Forum Komunikasi Ulama, Cendikiawan, dan Tokoh Adat (FK UMAT) Kab Rohul, Kamis (24/3/2016) bertempat di gedung LAM Rohul, Pasir Pengaraian.

Dikatakannya, akhir-akhir ini juga muncul isu-isu yang menyatakan bahwa di Rohul beredar paham Ahmadiyah, namun Alhamdulillah, saat ini tidak kedengaran lagi. Saya berharap agar FK UMAT dapat berperan penting dalam mengawal aqidah dan ibadah umat, sehingga tidak tergelincir dari rel kebenaran.

Hadir dalam rapat tersebut Kakan Kemenag Rohul selaku Dewan Penasehat Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua FK UMAT Kab Rohul Drs H Yulihesman MPdI, para pengurus FK UMAT yang terdiri dari para ulama, tokoh agama, cendikiawan muslim. Dan tokoh adat dari Rohul.

Ahmad Supardi Hasibuan yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Sumatera Utara ini, menyatakan bahwa mengkafirkan orang lain yang beraqidah sesuai dengan aqidah kita, beribadah sesuai dengan ibadah kita, harus dihindari, sebab hal itu biarlah menjadi wewenang Allah SWT.

Jika hal ini dibiarkan, maka akan dapat menimbulkan dampak yang sangat fatal bagi umat, timbul pertentangan, pertikaian, dan bahkan bisa menyebabkan umat saling bunuh membunuh. Ini sangat berbahaya bagi ukhuwah islamiyah dan juga persatuan dan kesatuan umat, tegasnya.Ash