0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Minta BAP Perhatikan Madrasah

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, minta Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Sekolah dan Madrasah (SM) Provinsi Riau, agar memberikan perhatian lebih kepada madrasah, sebab ada perbedaan mencolok antara sekolah dan madrasah, khususnya di bidang anggaran.

Rokan Hulu (Humas) - Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, minta Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Sekolah dan Madrasah (SM) Provinsi Riau, agar memberikan perhatian lebih kepada madrasah, sebab ada perbedaan mencolok antara sekolah dan madrasah, khususnya di bidang anggaran.

Perbedaan tersebut adalah sekolah 90 persennya negeri dan mendapatkan dana yang mencukupi dari pemerintah, dan hanya 10 persennya swasta, yang harus membiayai dirinya sendiri secara swadaya. Beda halnya dengan madrasah, dimana 90 persennya adalah swasta, sedangkan yang negeri hanyalah 10 persen.

"Dari sisi ini saja sudah dapat dipastikan bahwa pengelolaan sekolah jauh lebih bagus dibandingkan dengan madrasah, sehingga madrasah perlu mendapatkan perhatian lebih dibandingkan dengan sekolah, khususnya oleh BAP SM Provinsi Riau, sehingga mutu madrasah dapat ditingkatkan", demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, ketika memberikan pengarahan sekaligus menutup secara resmi kegiatan Sosialisasi Perangkat Akreditasi Sekolah dan Madrasah Tingkat Provinsi Riau, yang berlangsung pada tanggal 14-15 Mei 2015, Senin (15/5) bertempat di Hotel Sapadia, Kota Pasir Pengaraian.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAP SM yang diwakili oleh Sekretaris Marlius Hamadi, anggota BAP lainnya H Syamsul, Zulkifli Nasution, dan yang lainnya, serta diikuti sebanyak 106 orang Kepala sekolah dan madrasah se Rohul.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, mengatakan bahwa madrasah saat ini mengalami kesulitan yang cukup berat, sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya diterima setiap tiga bulan sekali, hingga saat ini belum dapat dicairkan oleh pemerintah pusat.

Hal ini disebabkan oleh terjadi perbedaan pendapat soal akun (mata anggaran keuangan) yang harus digunakan, apakah menggunakan mata anggaran bantuan social (57) ataukah menggunakan mata anggaran belanja barang (52). Akibat perbedaan ini, mengakibatkan madrasah menjadi korban atau dikorbankan.

Hasibuan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BAP SM Provinsi Riau, yang telah melaksanakan sosialisasi ini, sebab soal akreditasi menjadi salah satu program prioritas Kemenag Rohul,  Kemenag Rohul mengusahakan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Australia.

"Saya minta perhatian seluruh Kepala Madrasah agar sebelum dilakukan akreditasi oleh BAP SM Provinsi, terlebih dahulu dilakukan pra akreditasi, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal," harap Hasibuan. (Ash)

*edit by diah