0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Lepas JCH Pagaran Tapah Darussalam

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA melepas secara resmi 13 orang JCH Kec Pagaran Tapah Darussalam, Minggu (9/9/2012) bertempat di kediaman salah seorang JCH Pagaran Tapah yang bernama Syafruddin Tanjung. Pelepasan JCH sini bersamaan dengan syukuran dan pembacaan d...
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA melepas secara resmi 13 orang JCH Kec Pagaran Tapah Darussalam, Minggu (9/9/2012) bertempat di kediaman salah seorang JCH Pagaran Tapah yang bernama Syafruddin Tanjung. Pelepasan JCH sini bersamaan dengan syukuran dan pembacaan do’a atas keberangkatannya ke tanah suci Makkatul Mukarromah. Kegiatan pelepasan dipusatkan disini karena keluarga Syafruddin Tanjung berangkat empat orang ke tanah suci, sehingga sangat tepat jika digabungkan acaranya bersamaan. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua IPHI Pagaran Tapah, Kades Pagaran Tapah, alim ulama, cerdik pandai, tokoh agama, tokoh adat, Ketua LKA, 13 orang JCH, anggota IPHI, dan umat Islam Pagaran Tapah dan sekitarnya. Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam tausiyahnya menyampaikan agar dalam menunaikan ibadah haji, para JCH dapat meneladani penyerahan diri Nabi Ibrahim yang setulus-tulusnya kepada Allah SWT. “Ketika Nabi Ibrahim AS meninggalkan Hajar istri yang sangat dicintainya dan Ismail anak yang disayanginya di lembah tandus yang saat ini bernama Kota Mekkah, Ibrahim melakukan kepasrahan tingkat tinggi kepada Allah SWT. Tidak semua makhluq dapat melakukan apa yang dilakukan oleh Ibrahim AS atau bahkan hanya Ibrahim satu-satunya yang mampu melakukan hal ini”, terang Ahmad Supardi Hasibuan. Ahmad Supardi lebih lanjut menjelaskan, ketika Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya di lembah yang tandus itu, Hajar istrinya berteriak : Hai Ibrahim ! Apakah engkau akan meninggalkan kami berdua di tempat ini ? Ibrahim tidak menoleh. Hajar berteriak lagi : Hai Ibrahim Suamiku ! Apakah engkau akan meninggalkan kami berdua di sini ? Lagi-lagi Ibrahim suami yang sangat dicintai dan juga sangat mencintainya itu tidak menoleh. Hajar berteriak kali ketiga : Hai Ibrahim ! Apakah engkau tinggalkan kami di sini atas perintah Allah SWT ? Ibrahim menjawab : Betul wahai istriku ! Ini adalah perintah Allah SWT dan saya menyerahkan diriku dan diri kalian berdua kepada Allah SWT. Penyerahan diri secara totalitas kepada Allah SWT adalah salah satu hikmah terpenting yang dapat dipetik dari pelaksanaan ibadah haji, untuk dapat diterapkan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, tegas Ahmad Supardi. (Ash).