ROKAN HULU (KEMENAG) Empat pejabat eselon IV dan V di lingkungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Jumat (16/1/2015) siang pukul 14.30 Wib lalu dilantik oleh Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bertempat di aula Kemewnag Rohul, Kota Pasir Pengaraian.
Dua pejabat diantaranya adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yakni Sofian Hadi S Sos I, yang sebelumnya menjabat Humas Kemenag Rohul, dilantik sebagai Kepala KUA Kecamatan Kabun dan Edi Azwar SHI sebelumnya Penghulu KUA Pendalian IV Koto, dilantik sebagai Kepala KUA Pendalian IV Koto.
Lalu ada M. Ridwan SHI, yang semula menjabat Pengolah Bahan Administrasi KUA Kepenuhan, dilantik sebagai Kepala Tata Usaha MTs Negeri Tandun-Ujung Batu, karena pejabat sebelumnya mutasi menjadi Penghulu KUA Kec Tandun. Sedangkan Jernih Simatupang, guru Agama Kristen di Kota Pekanbaru, dilantik sebagai pejabat Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Rohul.
Usai melantik empat pejabat di lingkungan kerjanya, Kakankemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan, pelantikan pejabat di lingkungan Kemenag Rohul, adalah dimaksudkan untuk mengisi jabatan yang kosong., sebab jabatan ini tidak boleh lama-lama Korong, karena akan berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat.
Dimana sejumlah jabatan sudah lama kosong, pasca ditinggalkan pejabat sebelumnya karena pindah ke Kota Pekanbaru. Sedangkan jabatan Bimbingan Masyarakat Kristen, sekitar setengah tahun kosong. Ahmad Supardi berharap, keempat pejabat yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksinya masing-masing.
"Apalagi Kepala KUA, merupakan ujung tombak Kemenag, mereka harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena mereka yang langsung berurusan dengan masyarakat. Baiknya Kemenag dimata masuarakat adalah karena baiknya pelayanan yang diberikan oleh KUA Kecamatan," jelads Ahmad Supardi.
Ahmad Supardi berpesan agar keempat pejabat yang baru saja dilatik, dapat bersosialisasi dengan tugasnya, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi secara internal, baru kemudian melakukan koordinasi dengan pihak eksternal, termasuk dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan juga dengan masyarakat secara umum.
Ditambahkannya, dalam pergantian jabatan ini tidak ada yang istimewa, karena semuanya dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Bagi yang berprestasi akan diberikan penghargaan, berupa jabatan sebagai tanggungjawab.
Namun demikian perlu diingat bahwa jabatan ini adalah amanah dari pimpinan dan bersifat sementara. Oleh karena itu, maka laksanakanlah ia dengan sebaik-baiknya, tandas Ahmad Supardi.***(Ash)