0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Lakukan Rakor Pengawas Pendidikan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Pengawas Pendidikan Agama Islam dan Madrasah, bersama Pengawas Pendidikan Islam dan Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Rohul, Senin (1/4/2013) bertempat di Kantor Kemenag Rohul, jala...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Pengawas Pendidikan Agama Islam dan Madrasah, bersama Pengawas Pendidikan Islam dan Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Rohul, Senin (1/4/2013) bertempat di Kantor Kemenag Rohul, jalan Ikhlas kompleks perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian. Hadir dalam Rakor tersebut adalah Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kasi Pendis Drs H Syahruddin MSy, para Pengawas Pendidikan Agama Islam dan Kepala MAN Pasir Pengaraian, MTsN Rambah, MTsN Ujungbatu, MTsN Kota Tengah, MTsN Dalu-Dalu, MIN Pasir Pengaraian dan MIN Pasir Agung Bangunpurba. Kakan Kemenag Rohul menyatakan bahwa Rakor ini dimaksudkan dalam rangka mengecek kesiapan madrasah, para guru dan siswa/i dalam mengikuti dan melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan pada akhir bulan April dan awal Mei tahun ini. Dikatakannya, Kemenag Rohul menargetkan agar seluruh peserta UN yang jumlahnya 1.847 orang dengan perincian peserta UN tingkat MA sebanyak 277 orang, peserta UN tingkat MTs sebanyak 1.351 orang, dan peserta UN tingkat MI sebanyak 219 orang, diharapkan lulus seratus persen, sebab tahun lalu tingkat kelulusan UN Kemenag mencapai 98,7 persen. Selain itu, Rakor pengawas pendidikan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta pengawas dalam mensukseskan pelaksanaan akreditasi madrasah. Para pengawas diharapkan agar berfungsi juga sebagai aksesor yang dapat melakukan pra akreditasi di madrasah, sehingga ketika dilakukan akreditasi oleh aksesor resmi dari Badan Akreditasi Pendidikan (BAP) Provinsi Riau, pihak madrasah telah dapat melengkapi bahannya. Kakan Kemenag berharap agar akreditasi ini bisa dikeroyok secara bersama-sama dengan cara-cara yang halal dan konstitusional, sebab terkadang rendahnya penilaian yang diberikan oleh aksesor adalah disebabkan faktor non teknis. “Aksesor itukan juga manusia, sehingga sikap dan perilaku kita pasti akan berpengaruh positif atau negative bagi manusia yang lainnya,” tegas Ahmad Supardi. Ahmad lebih lanjut menjelaskan bahwa isu actual lainnya yang dibicarakan dalam Rakor tersebut adalah minimnya dana yang tersedia bagi para pengawas sehingga menghambat mereka dalam melaksanakan tugas. Madrasah itu tersebar di seluruh kecamatan se Rohul, sehingga diperlukan dana yang cukup untuk menjangkaunya.***(Ash).