0 menit baca 0 %

Kemenag Rohul Lakukan Dialog Tentang Zakat

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan dialog dan kajian khusus tentang zakat bersama pengurus dan jamaah Masjid Jamik Kota Pasir Pengaraian, Kamis (24/7/2014) bertempat di Masjid Jamik Nagori Kota Pasir Pengaraian.

ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan dialog dan kajian khusus tentang zakat bersama pengurus dan jamaah Masjid Jamik Kota Pasir Pengaraian, Kamis (24/7/2014) bertempat di Masjid Jamik Nagori Kota Pasir Pengaraian. Dialog diikuti oleh pengurus dan jamaah subuh yang merupakan inti dari jamaah.

Dikatakannya, dialog dan kajian tentang zakat ini adalah lanjutan dari kajian sebelumnya, Senin (21/7/2014) yang dirasa belum cukup dan masih ada yang belum terbahas dan terjawab atas pertanyaan dari jamaah, yaitu masalah zakat peternakan secara umum.

Ahmad Supardi Hasibuan yang sudah menulis beberapa buku tentang zakat, menyampaikan bahwa peternakan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba, dimana masing-masingnya ada aturan-aturannya secara tersendiri.

Menurutnya unta baru wajib dikeluarkan zakatnya ketika seseorang telah memiliki 5 s/d 9 ekor unta, maka wajib dikeluarkan zakatnya satu ekor kambing, dan seterusnya. Sedangkan sapi syaratnya 30 s/d 30 ekor, maka zakatnya seekor sapi berumur 1 tahun lebih atau yang dikenal dengan istilah tabi’i, dan seterusnya.

Selanjutnya kambing adalah 40 s/d 120 ekor, maka zakatnya adalah 1 ekor kambing. Antara 121 s/d 200 ekor, maka zakatnya adalah 2 ekor kambing. Antara 201 s/d 300 ekor, maka zakatnya 3 ekor kambing. Dan selanjutnya setiap ada 100 ekor kambing, maka wajib dikeluarkan zakatnya 1 ekor kambing, tegas Ahmad Supardi.

Menurut Ahmad Supardi lagi, binatang ternak yang yang dijadikan zakat tersebut harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :

Pertama, Mulus tidak ada cacat seperti sakit, luka terlalu tua, pincang dan cacat-cacat lain mengurangi kegunaannya dan nilai harganya.

 

Kedua, Jenis betina bagi zakat unta, sedangkan bagi jenis sapi, kerbau, kambing dan domba boleh betina atau boleh jantan.

Ketiga, Cukup umur sesuai dengan ketentuan syari’at tidak boleh dibawah ketentuan umur sebab menyulitkan bagi si mustahiq dan tidak boleh melebihi umurnya sebab merugikan bagi si muzzaki, kecuali muzakki rela yang melebihi umurnya.

Keempat, Yang pertengahan, dalam arti tidak boleh yang paling jelek dan tidak boleh yang paling baiknya, tetapi yang pertengahan kecuali si muzzaki rela yang paling baiknya.***(Ash)